Selasa 26 November 2019, 12:50 WIB

Program Kendaraan Bermotor Listrik Bisa Dimulai dari Sepeda Motor

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Program Kendaraan Bermotor Listrik Bisa Dimulai dari Sepeda Motor

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Sejumlah karyawan mencoba motor listriik saat sosialisasi Motor Listrik "on the road", di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (14/9/2019).

 

WAKIL Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Johnny Darmawan mengatakan sebaiknya pemerintah memulai program kendaraan bermotor listrik (KBL) dari kendaraan roda dua.

Ia menilai sepeda motor berbasis listrik sudah lebih siap untuk dikembangkan secara industri. Saat ini, Indonesia mampu memproduksi sepeda motor hingga tujuh juta unit per tahun.

Kalau pemerintah memiliki regulasi yang terencana, dalam lima tahun, ia meyakini produksi sepeda motor listrik bisa mencapai empat juta unit dan menggeser produksi konvensional.

"Sepeda motor listrik itu teknologinya sudah banyak. Di Tiongkok sudah banyak kembangkan itu. Kenapa tidak dicoba itu dulu?" ujar Johnny di Jakarta, Selasa (26/11).

Baca juga: Program Kendaraan Listrik Harus Dibarengi Kebijakan Terpadu

Pengutamaan KBL bagi kendaraan roda dua juga dimaksudkan untuk menekan harga baterai. Pasalnya, dengan banyaknya pengguna sepeda motor listrik, penjualan baterai listrik pun akan terangkat. Akhirnya, modal akan berputar, pendapatan akan masuk dan biaya produksi baterai bisa jadi lebih murah.

"Kalau menunggu mobil, mulainya lama, kapan harga baterai akan turun," ucap dia.

Sayangnya, di dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai tidak disebutkan secara spesifik terkait pengembangan sepeda motor listrik.

"Tapi mungkin nanti bisa dibuatkan aturan turunan untuk itu," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More