Selasa 26 November 2019, 15:30 WIB

PKS belum Putuskan Usung Gibran di Solo

Arga Sumantri | Politik dan Hukum
PKS belum Putuskan Usung Gibran di Solo

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Gibran Rakabuming Raka

 

PARTAI Keadilan Sejahtera (PKS) belum mengambil keputusan terkait rencana mengusung putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, di pemilihan wali kota (pilwalkot) Solo, Jawa Tengah. Pasalnya, pengurus PKS di Solo belum mengirimkan nama cawalkot yang ingin diusung.

"Sampai hari ini, dari Solo belum ada laporan apa-apa kepada DPP (dewan pimpinan pusat PKS)," kata Presiden PKS Sohibul Iman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (26/11).

Sohibul mengatakan PKS membebaskan pengurus di daerah menentukan calon kepala daerah yang bakal diusung. Ia menyebut DPP PKS menjamin kemerdekaan pengurus daerah menentukan arah koalisi di Pilkada 2020.

"Silakan, mau berkoalisi dengam partai apa pun, mau menokohkan siapa pun, sesuai dengan suasana batin di sana," ungkapnya.

Baca juga: KPU Keukeh Larang Eks Napi

Menurut Sohibul, pengurus di daerah diwajibkan mengirim dua nama kandidat yang bakal diusung di Pilkada. Setelahnya, DPP yang akan memutuskan nama calon yang diusulkan.

Sohibul pun masih enggan berandai-andai PKS bakal mengusung Gibran di Pilwalkot Solo.

"Kita tunggu saja. Politik tidak boleh berandai-andai," ucap Sohibul.

Gibran Rakabuming Raka berniat maju sebagai calon wali kota Solo untuk Pemilu Serentak 2020. Niat itu disampaikan saat bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, 24 Oktober lalu.

"Saya sampaikan keadaan Solo seperti apa. Saya sampaikan keseriusan saya untuk maju," kata Gibran usai menemui Megawati.

Gibran mengaku sudah memiliki kartu tanda anggota (KTA) lewat DPC PDI Perjuangan Solo.

Putra sulung Jokowi itu merasa wajib maju sebagai calon wali kota melalui partai berlambang banteng itu. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More