Selasa 26 November 2019, 11:23 WIB

Program Kendaraan Listrik Harus Dibarengi Kebijakan Terpadu

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Program Kendaraan Listrik Harus Dibarengi Kebijakan Terpadu

MI/Susanto
Iring-iringan kendaraan listrik

 

UPAYA pemerintah mendorong program kendaraan bermotor listrik (KBL) harus dibarengi dengan penciptaan kebijakaan-kebijakan turunan yang terpadu.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Johnny Darmawan mengungkapkan pemerintah sudah mengambil langkah tepat dengan melaksanakan moratorium ekspor nikel.

Sebagaimana diketahui, nikel merupakan bahan baku baterai lithium yang merupakan daya utama penggerak KBL.

"Ini adalah satu kebijakan di sektor hulu yang bisa menguatkan program pengembangan mobil listrik. Kita bisa fokus mengolah nikel menjadi baterai untuk kendaraan listrik," ujar Johnny di Jakarta, Selasa (26/11).

Baca juga: PLN Akan Beri Diskon Baterai Kendaraan Listrik 30%

Dengan ditutupnya ekspor nikel, ia meyakini investor yang bergerak di bidang produksi baterai akan banyak masuk ke Indonesia. Pasalnya, pemerintah sudah memastikan keberadaan bahan baku dan mengutamakan kepentingan industri dalam negeri.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More