Selasa 26 November 2019, 14:45 WIB

Inggris Desak Tiongkok Beri Akses PBB ke Kamp Penahanan Xinjiang

Melalusa Susthira K | Internasional
Inggris Desak Tiongkok Beri Akses PBB ke Kamp Penahanan Xinjiang

AFP/GREG BAKER
Foto tembok luar fasilitas yang diduga sebagai tempat reedukasi warga Uighur dan etnik minoritas lain di Xinjiang, Tiongkok

 

INGGRIS mendesak Tiongkok memberikan akses langsung dan tidak terbatas kepada pengawas dari PBB ke kamp-kamp penahanan di Xinjiang.

Kamp yang berada di barat laut Tiongkok tersebut diduga menjadi tempat lebih dari 1 juta warga muslim Uighur dan minoritas muslim lainnya ditahan tanpa peradilan.

"Kami memiliki keprihatinan serius tentang situasi hak asasi manusia di Xinjiang dan meningkatnya tindakan keras pemerintah Tiongkok, khususnya penahanan di luar hukum terhadap lebih dari 1 juta Muslim Uighur dan etnik minoritas lainnya," terang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

"Inggris terus menyerukan Tiongkok untuk memungkinkan pengawas PBB akses langsung dan tidak terbatas ke wilayah tersebut," sambungnya.

Untuk itu, Kementerian Luar Negeri Inggris menuntut diakhirinya penahanan tanpa pandang bulu dan tidak proporsional terhadap kebebasan agama dan budaya muslim Uighur dan etnik minoritas lainnya di kamp-kamp penahanan Xinjiang.

Baca juga: Pukulan untuk Carrie Lam

Sementara itu, Komisi Eropa di Brussels mengutuk keberadaan kamp-kamp pendidikan ulang tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, komisi itu tidak menanggapi isi dari dokumen rahasia yang bocor namun berkomitmen untuk terus mengangkat masalah pelanggaran HAM di Xinjiang.

“Kami sebagai Uni Eropa terus mengharapkan Tiongkok menegakkan kewajiban internasionalnya dan menghormati hak asasi manusia, termasuk ketika menyangkut hak-hak masyarakat yang termasuk minoritas, khususnya di Xinjiang dan juga di Tibet,” tutur juru bicara Komisi Eropa.

Seruan itu dilontarkan menyusul dokumen rahasia internal Partai Komunis Tiongkok yang bocor pada Minggu (24/11) lalu.

Dokumen tersebut memberikan konfirmasi resmi pertama bahwa kamp-kamp tersebut memang dirancang Pemerintah Tiongkok sebagai tempat pengasingan untuk cuci otak atau reedukasi.

Dokumen-dokumen tersebut menggambarkan muslim-muslim dalam kamp dengan lapisan pengamanan super ketat diasingkan dari keluarga mereka setidaknya selama satu tahun.

Dokumen rahasia yang disebut “The China Cables” tersebut diperoleh Konsorsium International Investigative Journalists (ICIJ) dan dibagikan kepada 17 mitra media lainnya.

Di dalamnya mencakup berbagai instruksi keras yang memperjelas bahwa kamp harus dijalankan dengan pengamanan tinggi, disiplin ketat, hukuman atau sanksi, dan memastikan tidak ada celah untuk melarikan diri.

Dokumen-dokumen itu juga mengungkapkan bagaimana setiap aspek kehidupan para tahanan dipantau dan dikendalikan sedemikian rupa. Mulai dari posisi tempat tidur, antrean, kursi kelas, dan lainnya yang dilarang diubah.

"Menerapkan norma perilaku dan persyaratan disiplin untuk bangun, menelepon, mencuci, pergi ke toilet, beres-beres, makan, belajar, tidur, menutup pintu, dan sebagainya,” tulis dokumen tersebut.

Menanggapi kebocoran dokumen tersebut, Kedutaan Besar Tiongkok di London menyangkal dan menyebut dokumen-dokumen itu sebagai berita rekayasa dan palsu.

Mereka mengulangi klaim otoritas Tiongkok yang kerap dilontarkan, bahwa tempat tersebut merupakan pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan yang berfokus untuk menumpas ekstremisme dan terorisme.

"Tidak ada dokumen atau perintah seperti itu untuk apa yang disebut 'kamp penahanan'. Pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan telah dibentuk untuk pencegahan terorisme,” sanggah Kedutaan Besar Tiongkok di London. (theguardian/bbc/OL-2)

Baca Juga

AFP/Alice Chiche

Neil Young Gugat Trump karena Gunakan Lagunya untuk Kampanye

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 08:30 WIB
Penyanyi berusia 74 tahun itu menyebut terjadi pelanggaran hak cipta atas penggunaan lagu Rockin' In The Free World dan Devil's...
AFP/JOSEPH EID

Libanon Kerahkan Militer untuk Jaga Keamanan Beirut

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 08:21 WIB
Dewan Pertahanan mendeklarasikan keadaan darurat selama 2 minggu di ibu kota dan menyerahkan tanggung jawab keamanan kepada otoritas...
AFP/JIM LO SCALZO

Pompeo Janji Lindungi Aktivis Hong Kong di Luar Negeri

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 08:17 WIB
Pompeo menegaskan Washington mengecam upaya Partai Komunis Tiongkok untuk menangkap para aktivis prodemokrasi yang berada di luar Tiongkok,...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya