Selasa 26 November 2019, 10:49 WIB

Flores Timur Tergetkan Zero Stunting Pada 2022

Ferdinandus Rabu | Nusantara
Flores Timur Tergetkan Zero Stunting Pada 2022

MI/Ferdinandus Rabu
Gerakan gempur stunting dilakukan sejak 2018 mulai dari tingkat kabupaten hingga desa di Flores Timur.

 

UNTUK menurunkan kasus stunting di Flores Timur, pemerintah kabupaten setempat menyosialisasikan program Gempur Stunting, mulai dari kabupaten hingga desa. Bupati Flores Timur, Antonius Gege Hadjon, saat dikonfirmasi Selasa (26/11/2019) mengatakan komitmen untuk menurunkan masalah stunting secara masif.

"Kami sangat serius untuk masalah stunting. Sejak tahun 2018, kami mulai meluncurkan program gempur stunting ini dan menggelar rembuk stunting yang melibatkan seluruh Organisasi perangkat daerah (OPD), dan kepala desa. Dalam rembuk stunting tersebut, seluruh kepala desa sepakat untuk mengalokasikan sebagian dana desa untuk mengatasi masalah stunting di desa masing-masing. Seluruh perangkat desa ikut terlibat dalam mengatasi stunting. Mulai dari menu utama berupa sorgum dan kelor, juga makanan bergizi lainnya.

baca juga: Temanggung Jadi Sentra Penangkaran Benih Bawang Putih

"Selain itu, di desa-desa juga mulai gencar memerangi stunting dengan mengalokasikan dana desa untuk pelayanan masalah stunting dan sudah mulai terlihat hasilnya. Secara umum, memang sudah ada penurunan angka stunting. Dari 44 persen turun menjadi 36 persen. Turunnya angka stunting tersebut disebabkan oleh peningkatan berat badan bagi 2460 anak yang mengalami stunting. Masih butuh kerja keras lagi, tapi kami tetap komitmen, dan target kami tahun 2022 bisa zero stunting atau nol persen," jelas Anton. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More