Selasa 26 November 2019, 13:15 WIB

Pemerintah Tawarkan Tol Mamminasata Sulsel ke Investor

Lina Herlina | Nusantara
Pemerintah Tawarkan Tol Mamminasata Sulsel ke Investor

MI/Lina Herlina
Jalan Tol Mamminasata sepanjang 48,12 kilometer

 

PEMERINTAH Indonesia terus menggenjot pembangunan infrastruktur, termasuk ruas jalan tol yang memang sudah diusulkan sebagai proyek strategis nasional (PSN). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun telah menawarkan empat proyek jalan tol kepada investor.

Empat proyek tol yang dimaksud adalah Tol Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo, Tol Yogyakarta-Bawen, Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap dan Tol Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Maminasata).

Sekretaris Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Saleh, menjelaskan, rencana proyek jalan Tol Mamminasata akan dibangun sepanjang 48,12 kilometer dengan anggaran sebesar Rp9,41 triliun.

"Proyek jalan tol ini kan diusulkan sebagai PSN, sehingga pembiayaannya dari pusat dan sudah masuk dalam rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020," kata Saleh.

Baca juga: Kliring Jalan Tol Dibentuk Tahun Depan

Proyek Tol Mamminasata akan menghubungkan kawasan industri di Mamminasata, hingga Makassar New Port. Tentunya akan dikoneksikan dengan middle ringroad yang sudah ada.

"Harapannya, proyek tol ini bisa cepat terealiasasi, sehingga konektivitas antara daerah penyangga di Sulsel lebih mudah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII Miftachul Munir menjelaskan proyek Tol Mamminasata sudah masuk dalam market sounding dan akan dilepas ke investasi. Namun, ia belum tahu detailnya seperti apa.

"Terus terang, balai ini kan cuma istilahnya pelaksana, kami menerima data dan inisiatornya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan Sekjen pembiayaan infrastruktur Kementerian PUPR," ungkap Munir.

Untuk pembangunan awal, lanjut Munir, jika sesuai konsep, akan dimulai dari Maros ke Sungguminasa sampai ke Takalar. Hanya saja, ia tidak tahu pasti kapan proyek akan dimulai.

"Tahun ini mungkin. Jika ada investor. Progresnya bisa saja dimulai tahun 2020. Karena kan pemerintah menawarkan Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Jadi yang akan membebaskan investor," jelasnya.

Sedangkan, Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menjelaskan Pemprov Sulsel juga sempat menawarkan proyek infrastruktur kepada Pemerintah Singapura beberapa waktu lalu saat menerima fellowship.

"Saya menawarkan sejumlah kerja sama termasuk proyek tol. Tapi kan ini pusat yang pegang," tutur Andi.

Saat ini, Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel sedang membangun tol layang dalam kota bekerja sama dengan PT Marga Utama Nusantara, direncanakan rampung Juli 2020.

Proyek jalan tol tersebut senilai Rp1,6 triliun itu merupakan kategori proyek konstruksi sipil, jenis proyek jalan dan jabatan berlokasi di Kota Makassar dengan konstruksi spesifik box girder. Panjang jalan tol sekitar 4.375 meter, lebar jalan main road 2 x 10,3 meter, dan lebar jalan ramp 7,0 meter.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More