Selasa 26 November 2019, 09:27 WIB

Menteri Siti Pamerkan Jurus Hilangkan Merkuri

Theofilus Ifan Sucipto | Humaniora
Menteri Siti Pamerkan Jurus Hilangkan Merkuri

ANTARA/Muhammad Adimaja
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar memamerkan langkah Indonesia menghilangkan penggunaan merkuri.

Siti menargetkan tidak ada lagi penggunaan merkuri di sektor tertentu pada 2025.

"Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai langkah nyata dalam upayanya menghapus penggunaan merkuri," kata Siti saat menghadiri COP Konvensi Minamata di Jenewa, Swiss, Senin (25/11).

Siti mengungkapkan, langkah pertama adalah melarang pelarangan penggunaan merkuri di alat dan fasilitas kesehatan pada 2020. Mulai dari termometer, alat pengukur tekanan darah hingga tambal gigi amalgama.

"Kedua, pemerintah Indonesia melakukan program transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan bagi komunitas Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK)," ujar Siti di hadapan 100 delegasi negara sahabat.

Baca juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah COP 4 Konvensi Minamata 2021

Politisi NasDem itu mencontohkan penambang di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Mereka telah dialihkan ke praktik pertanian  agroforestri dan agrosilvopasture.

Selain itu, lanjut Siti, pemerintah Indonesia terus menyosialisasikan  penerapan teknologi dalam kegiatan PESK. Saat ini terdapat sembilan proyek percontohan yang telah dilaksanakan di sembilan provinsi dengan dukungan dari Kanada.

"Terakhir, pemerintah terus melakukan penegakan hukum pada praktik  penggunaan merkuri ilegal," tegas Siti.

Dia menyebut penegakan hukum dilakukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK yang bekerja sama dengan kepolisian, kejaksaan, dan pemerintah daerah. Salah satu contohnya, menutup penambangan batu Sinabar di Maluku.

Siti menambahkan keseriusan Indonesia menghapus merkuri dibuktikan dengan keluarnya Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAN-PPM). Perpres tersebut merupakan implementasi Konvensi Minamata yang bertujuan melindungi kesehatan manusia dan lingkungan hidup merkuri.

''Dengan RAN-PPM ini pula, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang mengumumkan rencana nasional untuk menghapus merkuri,'' pungkas Siti. (OL-2)

Baca Juga

MI/Seno

Pasar Modern Sukabumi Dilarang Gunakan Kantong Plastik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 23:20 WIB
Sebagai pengganti kantong plastik digunakan tote bag dari kain yang bisa dipakai...
DOK Poltek SSN

Poltek SSN Perkuat Kompetensi SDM Siber dan Sandi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 22:47 WIB
Selama masa pendidikan, taruna-taruni Poltek SSN secara penuh ditanggung oleh negara. Setelah menjalani masa pendidikan 4 tahun, seluruh...
Dok MI

Buddha Tzu Chi Salurkan 5.000 Ton Beras Bantuan Korona

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 November 2020, 22:43 WIB
Semua sumbangan, kata dia, akan disalurkan melalui Polda di 34 provinsi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya