Selasa 26 November 2019, 09:13 WIB

Revisi UU Pendidikan Kedokteran Ingin Benahi Sistem Pendidikan

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
 Revisi UU Pendidikan Kedokteran Ingin Benahi Sistem Pendidikan

Istimewa/DPR
Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas

 

REVISI Undang-Undang (UU) tentang Pendidikan Kedokteran kelak bila sudah disahkan akan membenahi sistem pendidikan kedokteran di sejumlah perguruan tinggi. Tidak saja kualitas, kualitas lulusan fakultas kedokteran juga sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di berbagai daerah yang selalu kekurangan.

Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Supratman Andi Agtas mengemukakan hal tersebut saat memimpin rapat dengar pendapat dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) yang dipimpin Daeng M Faqih, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (25/11).

Revisi UU ini kembali dibahas Baleg setelah pada periode lalu tak tuntas dibahas. Kini, RUU Pendidikan Kedokteran diproyeksikan bisa disahkan pada periode ini.

“Pada periode lalu surat Presiden soal RUU ini sudah keluar. Namun, sangat disayangkan daftar inventaris masalah (DIM) belum keluar dan sampai akhir periode RUU ini belum diselesaikan,” ungkap Supratman.

Banyak pasal-pasal krusial dalam RUU yang diinisiasi oleh DPR RI tersebut. Misalnya, pendidikan kedokteran diharapkan tidak terlalu lama, sehingga lulusan kedokteran bisa segera mengisi kebutuhan dokter di daerah.

“Mudah-mudahan dalam periode kita dan Prolegnas yang akan datang, bisa memperbaiki tatanan lembaga pendidikan kedokteran yang diharapkan melahirkan dokter-dokter berkualitas," kata Supratman.

"Pendidikannya juga tidak terlalu lama seperti sistem yang kita anut sekarang. Kebutuhan akan dokter, dokter umum, dokter layanan primer, dan dokter ahli makin hari membutuhkan kualitas dan juga kuantitas,” jelas politikus Partai Gerindra itu. (OL-09)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio

Pinangki Diduga Terima Gratifikasi

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 05:42 WIB
Bareskrim Polri didesak untuk segera menetapkan Joko Tjandra sebagai tersangka dalam kasus surat palsu dan aliran dana red...
BPJS Ketenagakerjaan

Insentif Buruh Segera Cair

👤Despian Nuridayat 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 04:43 WIB
Kalangan pekerja mengingatkan agar insentif tepat sasaran, tepat guna, disertai pengawasan...
MI/M.Irfan

Belajar dari Kasus Joker, Kejagung-Kemendagri Eratkan Sinergitas

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 22:10 WIB
Salah satu aspek dalam kerja sama tesebut ialah kerja sama terkait Pemanfaatan Nomor Induk Kependudukan (NIK), data ependudukan, dan Kartu...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya