Selasa 26 November 2019, 07:09 WIB

Inggris Pererat Kerja Sama Dengan Sulsel Lewat Wallacea Week

Lina Herlina | Nusantara
Inggris Pererat Kerja Sama Dengan Sulsel Lewat Wallacea Week

MI/Lina Herlina
Pemerintah Inggris melakukan kerja sama dengan Pemprov Sulsel, di bidang sains, penelitian, pendidikan dan lingkungan lewat Wallacea Week.

 

DUTA Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins akan berada di Makassar, Sulawesi Selatan selama dua hari, 26-27 November, menghadiri perayaan Wallacea Week.

Juru Bicara Kedutaan Inggris untuk Indonesia, Faye Belnis mengatakan, Wallacea Weak menunjukkan, betapa pentingnya konservasi dan lingkungan alam, dan memajukan kerja sama yang sudah berkembang antara Inggris dan Makassar dalam bidang sains, penelitian, lingkungan dan pendidikan.

"Kita tahu, 150 tahun yang lalu seorang ilmuwan Inggris, Alfred Russel Wallace, menerbitkan sebuah buku tentang keajaiban alam Indonesia, beragam lingkungan, hewan, burung dan tumbuhan," kata Faye, Senin (25/11/2019).

John Nickell, Bagian Media dan Komunikasi Kedutaan Besar Inggris di Indonesia menambahkan selama delapan tahun, Wallace mengeksplorasi, berpetualang dan melakukan penelitian sehingga diterbitkan buku Malay Archipelago (Kepulauan Melayu).

"Untuk pertama kalinya kekayaan alam Indonesia yang besar dan unik diamati secara sistematis dan ilmiah, yang dituangkan ke dalam buku ini. Wallace memberi nama kepada 307 spesies dan mengumpulkan sekitar 125.000 spesimen untuk diteliti. Ide-idenya menyumbangkan bukti untuk teori seleksi alam dan evolusi yang sedang dikembangkan Darwin," lanjut Nickell.

Selain itu, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins, pada kunjungan kerja pertamanya sebagai dubes ke Makassar, setelah dilantik Agustus lalu, akan kembali menjajaki kerja sama dalam bidang sains, penelitian, lingkungan dan pendidikan, dan bertemu Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

Selama ini kerja sama telah terbangun adalah proyek Newton Fund dan Skills for Prosperity. Dan semua proyek-proyek penelitian bersama didanai bersama dengan pemerintah Indonesia melalui Newton Fund.

"Proyek itu, telah menyatukan para peneliti dari Inggris dan Indonesia. Di Sulawesi, penelitian sedang dilakukan untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan, keanekaragaman hayati, dan penggunaan lahan Indonesia. Termasuk meningkatkan kesiapan dan ketahanan terhadap peristiwa iklim yang merusak. Sebagai contoh melalui pelestarian mangrove dan membantu pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia," urai Faye.

baca juga: Kades dan ASN Rentan Memobilisasi Massa

Andi Sudirman Sulaiman, Wagub Sulsel menyambut baik pertemuan tersebut. Ia mengatakan, selain membahas potensi kerjasama di bidang pendidikan, tentu juga pariwisata, pengembangan infrastruktur pelabuhan dan energi terbarukan.

"Kita paparkan semua potensi kerja sama yang bisa dibangun. Jadi bukan hanya pendidikan, tapi yang paling utama adalah infrastruktur, karena itu penting untuk konektivitas," tandas Sudirman. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More