Selasa 26 November 2019, 09:20 WIB

Indonesia dan Korsel Perluas Akses Pasar

Andhika prasetyo | Ekonomi
Indonesia dan Korsel Perluas Akses Pasar

Dok. Biro Setpres
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di sela-sela ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan.

 

MENTERI Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto dan Menteri Perdagangan Korea Selatan Yoo Myung-hee meneken Deklarasi Bersama Penyelesaian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Busan, Korsel, kemarin.

Penandatanganan itu menandai bahwa kedua negara sudah menyepakati seluruh substansi di dalam teks perjanjian dan selangkah lebih dekat menuju penandatanganan dan implementasi IK-CEPA.

Agus mengungkapkan, jika sesuai proyeksi, penandatangan IK-CEPA akan bisa dilaksanakan pada semester pertama 2020.

"Setelah ini, kedua pihak masih akan melanjutkan proses legal scrubbing untuk teks perjanjian yang ditargetkan selesai pada Februari 2020, baru kemudian IK-CEPA ditandatangani," ujar Agus dalam keterangan resminya.

Penyelesaian IK-CEPA merupakan tonggak sejarah baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Korsel. Lebih dari sekadar perjanjian perdagangan bebas, IK-CEPA ialah sebuah kemitraan komprehensif di bidang perdagangan barang, jasa, dan investasi.

"Dengan adanya IK-CEPA, Indonesia akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas daripada yang selama ini diberikan melalui perjanjian ASEAN-Korea Free Trade Agreement," ujar Menteri Agus.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2018 total perdagangan kedua negara mencapai US$18,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Korsel tercatat US$9,53 miliar, sedangkan impor US$9,08 miliar. Dengan begitu, Indonesia menikmati surplus US$460 juta.

Sebagai upaya sosialisasi IK-CEPA, Indonesia turut membawa serta pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti kelapa sawit, makanan dan minuman, kopi dan bubuk cokelat, serta garmen siap olah. Ada pula pebisnis produk berbahan baku daun kelor (moringa), ikan teri/bilis dan sarden, rumput laut kering jenis euchema cottonii, serta kayu lapis, veneer, serta konjac powder.

Penandatanganan deklarasi bersama IK-CEPA juga disambut positif Presiden Joko Widodo dan Presiden Korsel Moon Jae-in saat melakukan pertemuan bilateral di sela pelaksanaan ASEAN-Republic of Korea (RoK) Summit. Dalam pertemuan di Westin Chosun Hotel, Busan, Jokowi menyambut baik peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara dalam situasi ekonomi dunia seperti saat ini.

"Di tengah situasi sulit seperti ini, upaya memperkuat kerja sama di antara kita menjadi lebih penting artinya. Saya harap dokumen ini ditandatangani pada awal 2020. IK-CEPA adalah simbol komitmen kedua negara bagi keterbukaan ekonomi," ujar Jokowi. "Kerja sama kedua negara pasti akan meningkat," ucap Presiden Moon.

Pada kesempatan itu, Presiden Moon juga menawarkan kerja sama dalam pemindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan. Tawaran itu pun ditanggapi positif oleh Presiden Jokowi.

Sumber: Kemendag

 

 

Energi terbarukan

Sementara itu, dalam ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Presiden Jokowi mengatakan ASEAN dan Korea Selatan harus menjadi negara terdepan dalam pengembangan energi terbarukan di kawasan. Di Indonesia, kata dia, sejak tahun lalu sudah dicanang1kan kewajiban mencampur bio-diesel dari kelapa sawit dengan solar sebesar 20% atau B20.

"Tahun depan kami akan mewajibkan peningkatan campuran biodiesel tersebut menjadi 305 atau B30. Indonesia saat ini juga tengah mengembangkan energi listrik berbasis air," papar Presiden.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki sungai-sungai besar yang mampu menghasilkan energi listrik berbasis air dalam jumlah signifikan. (Mal/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More