Selasa 26 November 2019, 08:50 WIB

Basuki Awasi Internal Perusahaan

Faustinus Nua | Ekonomi
Basuki Awasi Internal Perusahaan

ANTARA FOTO/Trisno Ardi
Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiryoatmojo (tengah), Basuki Tjahaja Purnama (kedua kanan), Komjen Condro Kirono (kanan), Budi G Sadikin (kiri).

 

BASUKI Tjahaja Purnama, kemarin, sah menjadi Komisaris Utama PT Pertamina (persero) setelah menerima Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 282/MBU/11/2019. Tugasnya antara lain mengawasi internal Pertamina dan membantu dewan direksi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun meminta dukungan masyarakat melalui informasi-informasi atau pengaduan. Melalui informasi tersebut, pihaknya bisa meneruskan ke depan.

Namun, terkait dengan mafia migas, Basuki mengatakan dirinya bukanlah the Godfather yang mampu memberantasnya. "Saya nggak tahu maksud mafia migas itu apa, ya. Saya kan bukan Godfather," kata Basuki di Kompleks Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Ia juga menyatakan memahami adanya penolakan dari Serikat Pekerja Pertamina. "Kan dia (serikat pekerja) belum kenal saya," ujarnya.

Selain Basuki yang menggantikan Tanri Abeng, ada pula pergantian Wakil Komisaris Utama Pertamina dari Archandra Tahar ke Budi Gunadi Sadikin. Di samping itu, Condro Kirono menggantikan Gatot Trihargo sebagai komisaris dan Sri Martini mejadi direktur keuangan menggantikan Pahala N Mansury.

 

Dirut Inalum

Menteri BUMN Erick Thohir mengesahkan Orias Petrus Moedak sebagai Dirut baru PT Indonesia Asahan Aluminium (persero) atau Inalum menggantikan Budi Gunadi Sadikin. Erick optimistis perubahan tersebut bisa meningkatkan kinerja Inalum.

Sementara itu, terkait dengan informasi mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang disebut akan menjadi Dirut PLN, Staf Ahli Kementerian BUMN Arya Sinulingga membenarkan bahwa Rudiantara termasuk salah satu dari tiga nama yang diajukan Menteri BUMN kepada tim penilai akhir. (Van/X-11) 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More