Selasa 26 November 2019, 00:09 WIB

Transportasi Berbasis Rel Marak, UP Buka Prodi Perkeretaapian

Antara | Humaniora
Transportasi Berbasis Rel Marak, UP Buka Prodi Perkeretaapian

Dok. Universitas Pancasila
Lokakarya tentang pembangunan transportasi perkotaan berbasis rel

 

TRANSPORTASI modern berbasis rel menjadi moda pengembangan kota yang kini terjadi di dunia. Menjawab perkembangan itu, Universitas Pancasila pun membuka Program Studi Teknik Perkeretaapian dengan meyinergikan akademisi dan praktisi di bidang kereta api.

"Kami ingin meningkatkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang tersebut," kata Dekan Fakultas Teknik Universitas Pancasila (FTUP) Budhi M Suyitno di sela-sela acara lokakarya dengan tema Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha dalam Pembangunan Transportasi Perkotaan Berbasis Rel di Universitas Pancasila.

Menurut dia, pihaknya sudah menyiapkan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Masyarakat Perkeretaapian Indonesia (Maska), PT Inka, PT Adi Karya dan lainnya.

Menteri Perhubungan era pemerintahan Abdurahman Wahid itu lebih lanjut mengatakan nantinya dosen-dosennya berasal dari dalam UP sendiri dan juga dari luar UP seperti Maska dan dunia industri.

Untuk itu, sebutnya, bagi masyarakat yang ingin menimba ilmu perkeretaapian bisa ke kampus yang terletak di Jalan Raya Lenteng Agung Jakarta Selatan tersebut.

Baca juga : Tambah 6 Perjalanan, Daop 1 Jakarta Layani Penumpang di Karawang

Saat ini, katanya, Prodi Perkeretapian baru ada program D3 saja di bawah Kementerian Perhubungan.

Sementara itu Rektor Universitas Pancasila (UP) Wahono Sumaryono menegaskan pengajar-pengajar untuk Prodi Teknik Perkeretaapian sudah siap dan sarana dan prasarana juga sudah memadai.

"Kami perlu membuka prodi-prodi baru sesuai dengan permintaan tuntutan jaman," jelasnya.

Ke depan, kami juga menyiapkan program studi baru yang sesuai dengan tuntutan pembangunan.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila Siswono Yudo Husodo mendukung penuh pembukaan Jurusan Teknik Perkeretaapian di kampus tersebut.

"Sampai hari ini untuk angkutan jarak jauh barang tidak ada yang lebih efisien dari kereta api. Begitu juga untuk angkutan manusia tidak ada yang lebih murah dari kereta api," ujarnya.

Menurutnya, semua negara yang sukses ekonominya mempunyai jaringan kereta api yang luas. Seperti Tiongkok yang sekarang membangun rel kereta api ke segala penjuru yang bermuara dari pelabuhan untuk jalur ekspor maupun impor.

Selain itu negara India juga demikian, Amerika serikat juga membangun jalur rel kereta api dari timur ke barat melalui daerah pertanian dimana hasil kebun langsung masuk gerbong menyambung ke rel kereta api untuk sampai ke pelabuhan.(Ant/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More