Selasa 26 November 2019, 06:30 WIB

Kemenkes Ambil Alih Izin Edar Obat

(Aiw/H-3) | Humaniora
Kemenkes Ambil Alih Izin Edar Obat

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/hp.
MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto

 

MENTERI Kesehatan Terawan Agus Putranto menegaskan pihaknya telah menarik kembali izin edar obat dan alat kesehatan di bawah Kemenkes.

"Izin edar menurut Undang-Undang itu memang ada di Kementerian Kesehatan, oleh karena itu akan dibenahi dan saya sudah ketemu sama Ketua Badan POM," tutur Terawan di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, diambilnya kembali izin edar obat dan alat kesehatan oleh Kemenkes bertujuan untuk mempermudah pengurusan izin dan mendukung iklim investasi. Menkes mengungkapkan, sebelumnya banyak yang mengeluh kesulitan mengurus izin edar.

"Saya mau perbaiki regulasinya supaya iklim berusaha itu menjadi baik, investasi jadi lebih nyaman, akhirnya harga yang dirasakan masyarakat sesuai takaran dan keharusannya sehingga tidak ada istilah harga obat mahal," tegas Terawan.

Menkes juga menegaskan pada Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Engko Sosialine Magdalene agar melakukan percepatan izin edar obat dan alat kesehatan. Menkes pun tidak segan-segan mengancam akan mencopot Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan apabila izin edar masih berbelit-belit.

"Saya sudah ngomong, Bu Dirjen mau duduk lama ya artinya ijinnya cepat. Bu Dirjen pengin duduknya cepat ya ijinnya lama, kan nggak usah pusing-pusing," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Darodjatun Sanusi menyambut gembira upaya Kemenkes untuk mempercepat pengurusan izin edar. "Kita tentunya gembira kalau bisa dilaksanakan dan saya yakin bisa, karena kalau menterinya sudah dapat arahan langsung, saya kira bagus," ujarnya.

Dia menuturkan, sebelumnya pengurusan izin edar memakan waktu lama dan sulit. Proses lama tersebut kemudian dapat mempengaruhi biaya produksi. (Aiw/H-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More