Senin 25 November 2019, 22:19 WIB

Bunga Deposito Stagnan, Perbankan Sulit Kendorkan Suku Bunga

Ihfa Fidausya | Ekonomi
Bunga Deposito Stagnan, Perbankan Sulit Kendorkan Suku Bunga

Antara/Sigid Kurniawan
ilustrasi layanan krefit perbankan

 

KESULITAN perbankan dalam menurunkan suku bunga kredit disebabkan keketatan likuditas dan belum turunnya suku bunga deposito.

Menurut Wakil Ketua Perhimpunan Bank Swasta Nasional (Perbanas) Tigor Siahaan, sulit untuk menurunkan suku bunga kredit ketika suku bunga deposito belum turun.

"Tentu saja ini sesuai dengan pasar dan kalau memang ada kesempatan untuk nurunin (suku bunga kredit) kita juga mau. Akan tetapi, itu juga berhubungan dengan depositnya. Kalau depositnya belum turun tentu saja agak sulit," ujarnya seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (25/11).

Hal senada diungkapkan Direktur Keuangan Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu.

"Tadi DPR pada ngeluh kenapa transmisinya lama. Jawabannya kan simpel, lah depositnya tiga bulan, enam bulan. Kedua, likiditasnya ketat. Apa yang mau diturunin kalau liquidity-nya gak ada?" jelasnya di tempat yang sama.

Baca juga : Legislator Harapkan Pemerataan PSBI di Jateng

"Depositonya gak bisa langsung. Tunggu jatuh tempo dulu. Apalagi ada yang tiga bulan dan enam bulan," imbuhnya.

Menurut Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan, suku bunga kredit ini sedang menuju tren penurunan.

"Pasti begitu jatuh tempo akan turun. Tahun depan pasti (turun). Kita akan mengikuti pasar, arahnya ke situ kok. Sudah pasti suku bunga turun. Kalau berapa turun basis poinnya, saya belum bisa ngasih tahu angkanya sekarang. Tapi sudah pasti trennya turun," katanya saat ditemui secara terpisah seusai RDP.

Ketua Umum Perhimpunan Bank-Bank Internasional Indonesia (Perbina) Batara Sianturi juga menyebut bank-bank ingin secepatnya menurunkan suku bunga kredit.

"Transmisi suku bunga itu ya kita pengen secepatnya. Bank itu kan kalau sudah diturunkan bagaiamana transmisi itu tidak terlalu panjang," ungkapnya di tempat yang sama.

Namun, imbuhnya, struktur setiap bank itu berbeda. Ada heavy institusional banking dan retail banking.

"Saya gak bisa generalisasi transimisi penurunan suku bunga untuk setiap bank. Jadi saya rasa dikembalikan lagi kepada tiap bank, himbauannya adalah bagaimana velocity daripada transmisi penurunan suku bunga ini bisa lebih cepat lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral telah memangkas suku bunga acuan atau BI 7-day Reserve Repo Rate sebanyak empat kali secara beruntun sejak Juli hingga Oktober 2019 sebesar 100 basis poin (bps) menjadi 5%. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More