Senin 25 November 2019, 20:50 WIB

GT Radial Antar Anjasara Wahyu Juara Nasional

Irvan Sihombing | Olahraga
GT Radial Antar Anjasara Wahyu Juara Nasional

Ist
Aulia Fitri, Marcom Executive PT Gajah Tunggal Tbk.

TOYOTA Team Indonesia (TTI) dengan para pembalapnya berhasil menutup seluruh rangkaian Kejurnas MLDSpot Auto Gymkhana 2019 dengan torehan manis.

Berlaga di Sirkuit Terminal Indihiang, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (23/11), Anjasara Wahyu, pembalap andalan TTI, berhasil mengukir sejarah, dengan tampil sebagai juara nasional kelas F.

Meski hanya finis dengan torehan waktu terbaik 40.563 detik di bawah rekan satu timnya, Adrianza Yunial dengan 40.484 dan finis di posisi runner up, sudah cukup buat Anjasara merengkuh gelar juara nasional.

Dari total 7 putaran yang digeber sepanjang 2019, Anjas, sapaan akbar Anjasara, mengumpulkan 160 poin. Posisi kedua direbut Adrianza Yunial dengan 146 poin dan tempat ketiga oleh Addyek RG (Fastron Slalom Team) dengan 82 poin.

Salah satu kunci kesuksesan Anjas saat melahap Sirkuit Terminal Indihiang kemarin adalah pemakaian ban produksi Gajah Tunggal Tbk, yakni Champiro SX2 dan Champiro GTX Pro.

Dari 7 putaran kejurnas yang sudah diselesaikan, baru kali ini kejuaraan diwarnai dengan turunnya hujan yang cukup deras. Alhasil, lintasan menjadi basah, apalagi permukaan di Sirkuit Indihiang adalah beton, bukan aspal.

"Kondisi di final ini berbeda dengan seri sebelumnya. Permukaan lintasan merupakan beton, kemudian diguyur hujan yang cukup lebat. Seri sebelumnya lintasan selalu kering," tukas Anjas melalui keterangan tertulis yang diterima, Senin (25/11).

"Untungnya saya memakai ban GT Radial sehingga tetap mendapatkan traksi yang maksimal walau lintasan basah sekali pun. Performa GT Radial memang jempolan. Terima kasih GT Radial sudah mengantarkan saya menjadi juara nasional untuk kali kedua," tambahnya lagi.


Baca juga: Boyong 68 Piala, CIT Siapkan Kejutan Musim 2020


Makin spesial lagi, tim TTI yang disupport oleh GT radial pun juga menjadi juara umum Kejurnas Auto Gymkhana 2019. Performa Anjas di kelas F dan tim TTI ini tentu saja tidak lepas dari peran GT Radial melalui ban Champiro SX2 lansiran PT Gajah Tunggal Tbk, yang selalu setia mengawal pasukan TTI pada ajang kejurnas slalom ini.

Kaki-kaki, terutama ban, menjadi hal yang paling signifikan dalam gelaran Auto Gymkhana. Pasalnya, traksi yang maksimal sangat dibutuhkan agar bisa mengantarkan sang pembalap mendapat raihan poin tercepat. Champiro SX2 merupakan ban yang tangguh serta berdaya cengkram yang sangat kuat saat digunakan di ajang kompetisi seperti touring race, slalom, drifting, karena daya traksi dan manuver serta akselerasi yang supercepat.

Selain itu, PT Gajah Tunggal Tbk pun juga selalu rutin membawa tim RND termasuk tim desainer dan tim uji ban untuk bisa mendukung langsung performa para pembalap dan tim yang didukungnya. Sehingga apa pun kebutuhan para pembalap bisa cepat terealisasi.

Sementara, perwakilan Gajah Tunggal Tbk yang turut mendampingi para penggawa TTI saat berlaga di Tasikmalaya, Aulia Fitri Indrasari dan Sherly Wollah, mengaku lega dan turut mengucap syukur.

"Alhamdulillah, lega banget, akhirnya keluar sebagai juara nasional. Ini musim yang sangat ketat persaingannya dan sesuai dengan ekspektasi kami. Tentu saja hal ini menjadi bukti bahwa Champiro SX2 mampu diandalkan untuk mengawal mobil-mobil TTI. Performa Ban ini merupakan yang terbaik di kelasnya. Bahkan di lintasan basah pun tetap bisa menjadi yang terbaik," terang Aulia Fitri, Marcom Executive PT Gajah Tunggal Tbk.

Menyinggung musim 2020 mendatang, seperti yang dijelaskan Aulia, Gajah Tunggal Tbk akan terus konsisten mendukung gelaran motorsport di Tanah Air, khususnya Kejurnas Auto Gymkhana.

"Tahun ini olahraga otomotif Auto Gymkhana sangat booming, terbukti jumlah peserta mencapai ratusan pada tiap serinya. Kami dari Gajah Tunggal Tbk berharap jumlah peserta akan akan bertahan seperti ini dan bahkan lebih banyak lagi, tentunya kami akan terus mendukung dan mensupport," pungkas Aulia. (RO/OL-1)

 

 

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More