Senin 25 November 2019, 19:39 WIB

Ini Kode Permintaan Uang di Kasus Suap PTPN

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Ini Kode Permintaan Uang di Kasus Suap PTPN

Antara
Pieko Njotosetiadi

 

TERDAPAT beberapa kode suap yang terungkap dalam dakwaan kasus sogok distribusi gula yang menyeret Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo Pieko Njotosetiadi. Kode tersebut itu ialah "contoh gula" dan "meeting".

Kode tersebut sering ditanyakan oleh Pieko ke Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Persero Dolly Parlagutan Pulungan. Dalam dakwaan diketahui Dolly membutuhkan uang sebesar USD250 ribu. Ia meminta sejumlah uang ke Pieko melalui seseorang bernama Arum Sabil.

Sehingga Pieko yang menaungi dua perusahaan yaitu PT Fajar Mulia Transindo dan PT Citra Gemini Mulia meminta salah satu pimpinan cabangnya untuk menukar uang di money changer.

"Terdakwa memerintahkan Ramlin mengambil uang sebesar SGD345.000 ribu ke money changer tersebut untuk kemudian diserahkan kepada I Kadek Kertha," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri saat membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (25/11).

Tak sampai disitu, Kadek menerima uang tersebut melalui perantara Corry Lucia dan Edward Samantha. Uang tersebut tersimpan dalam amplop cokelat yang kemudian dimasukkan ke dalam paper bag.

"Terdakwa menghubungi Kadek Kertha melalui WhatsApp menanyakan perihal uang yang telah diserahkannya dengan mengatakan, 'apakah contoh gula sudah diambi?'. Kadek Kertha menjawab 'sudah'," ujar Ali.

Dolly sempat menghubungi Kadek Kertha untuk menanyakan apakah uang dari Pieko sudah diterima. Pertanyaan itu pun menggunakan kode 'apakah meeting sudah selesai?' dan dijawab oleh Kadek Kertha 'sudah'.

Diketahui, bahwa Pieko didakwa oleh JPU KPK memberikan sejumlah uang kepada Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III Persero. terdakwa memberi sesuatu berupa uang tunai sebesar SGD345.000 atau setara dengan Rp3.550.935.000 kepada Dolly Parlagutan Pulungan selaku Dirut PTPN.

Pieko didakwa melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (OL-8)

Baca Juga

Dok: Imigrasi

Kantor Pusat Imigrasi Ditutup, Pelayanan Visa Onshore Tetap Berja

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 13:57 WIB
Pelayanan visa onshore bagi WNA yang tinggal di Indonesia tetap berjalan dilayani secara online melalui website...
Medcom.id

GMNI: Tanggulangi Korona Butuh Kerja Bersama

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 13:53 WIB
"Dampak pandemi covid-19 terasa di semua sektor di Indonesia mulai dari pendidikan, kesehatan dan...
MI/M Irfan

Kapitra Imbau KAMI Jangan Hasut Rakyat Benci Pemerintah

👤Selamat Saragih 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 13:20 WIB
KELOMPOK oposisi tidak perlu membuat propaganda yang menghasut rakyat untuk membenci...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya