Senin 25 November 2019, 23:20 WIB

Jasa Tirta II Transformasi Pengelolaan Air

MI | Ekonomi
Jasa Tirta II Transformasi Pengelolaan Air

Dok. MI
Jasa Tirta II Transformasi Pengelolaan Air

 

PERUSAHAAN Umum Jasa Tirta II siap melakukan transformasi dengan melihat sumber daya perusahaan serta potensi pengelolaan waduk dan bendungan untuk memberikan manfaat dan profit kepada masyarakat.

“Transformasi dilakukan dengan melihat sumber daya perusahaan serta potensi pengelolaan waduk, bendungan dan waduk, bendung dan saluran, sungai dan wilayah sungai,” kata Direktur Utama Perum Jasa Tirta II U Saefudin Noer dalam acara Ngobrol Pagi (Ngopi) BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.

Saefudin  menjelaskan fokus transformasi Jasa Tirta II mencakup people and corporate culture, proses bisnis, teknologi informasi dan komunikasi, area bisnis baru, dan optimalisasi aset serta dukungan regulasi sehingga sebagai BUMN Jasa Tirta II dapat berkontribusi lebih banyak bagi ketahanan pangan dan energi nasional.

Menurutnya, potensi perusahaan yang manageable, profesional, dan komersial, akan banyak menghasilkan tambahan pendapatan. Dengan transformasi lanjutnya, Jasa Tirta II ingin menjaga konservasi lingkungan, memitigasi kekeringan, manajemen banjir, mengurangi potensi konflik SDA, serta energi baru dan terbarukan.

“Ini akan jadi lebih baik karena tidak hanya mementingkan air untuk PLTA yang bersifat komersial yang selama ini dikelola pihak lain, tapi jauh lebih penting lagi untuk menyuplai air bagi kebutuhan pengairan dan pangan,” tuturnya.

“Itu HARAPAN kami. Kami memulainya dari situ. Orang menyebutnya cita-cita. Saya bilang masa depan. Transformasi kami dimulai dari masa depan. Hal ini penting momentumnya untuk memastikan bahwa benefit perusahaan ini terus dirasakan masyarakat selain profitnya” tegas Saefudin Noer.

Sepanjang 2019, Jasa Tirta II telah melaksanakan program konservasi dan optimalisasi pengelolaan (OP) air dengan pembersihan sumber air mulai dari Situ Cisanti, pembersihan waduk, bendung dan saluran sepanjang Sungai Citarum, dan antisipasi kekeringan melalui proses pengaturan air untuk pertanian, industri, dan air minum.

Dengan kegiatan OP, kondisi Waduk Jatiluhur yang bersih bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan event-event wisata. (Van/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More