Senin 25 November 2019, 23:00 WIB

Reskrim Sapu Preman Ibu Kota

Reskrim Sapu Preman Ibu Kota

ANTARA
Reskrim Sapu Preman Ibu Kota

 

DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan polres jajaran telah melaksanakan Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Jaya 2019. Sebanyak 3.314 orang ditangkap selama 14 hari operasi tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan pihaknya mengedepankan penegakan hukum dan preventif didukung kegiatan intelijen serta pre-emtif dengan sasaran aktivitas premanisme, gangguan ketertiban serta keamanan di seluruh wilayah.

“Terkait dengan kegiatan operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh Polda Metro dan jajarannya kegiatan ini kita lakukan dalam rangka nanti menghadapi pengamanan Natal dan tahun baru operasi cipta kondisi ini,” kata Gatot di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/11)

Dia menjelaskan, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 1.761 kasus di seluruh jajaran dengan menangkap 3.314 orang dan 547 orang diantaranya ditetapkan sebagai tersangka serta mendekam di penjara. “Sedangkan 22 orang tidak ditahan kemudian 2.745 orang kita bina,” sebutnya.

Menurutnya, pengungkapan kasus itu dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan yang sangat merasakan masyarakat seperti jambret pemalakan, perampasan motor, pencurian dengan kekerasan, kelompok-kelompok geng motor dan lain sebagainya.
“Pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan menggunakan senjata api, sajam, jandak, streetcrime, premanisme, perjudian dan curanmor. Kita sudah melakukan langkah-langkah tentunya yang pertama kita menyusun target target operasi apa yang harus kita lakukan terhadap orang maupun barang,” terangnya.

Dalam operasi itu, pihaknya mengamankan 450 barang bukti diantaranya 8 unit senjata api, 60 buah senjata tajam, 144 unit motor, 12 unit mobil, 203 unit handphone, 20 unit laptop, 898 botol dan 219 bungkus minuman keras serta uang tunai Rp83 juta.

“Dari para pelaku yang sudah kita lakukan penahanan dan kita akan proses sampai dengan tingkat penuntutan dan di persidangan. Nantinya dari beberapa ini ada beberapa kasus yang menonjol yaitu diantaranya seperti kasus geng motor, mereka lakukan ini menggunakan sajam di Jakarta Barat ada penyekapan di hotel dan lain sebagainya,” paparnya.

Gatot memastikan kegiatan penegakan hukum dan upaya preventif yang telah digelar kepolisian setempat mampu menciptakan atau mewujudkan situasi yang aman dan kondusif menjelang hingga selesai perayaan natal dan tahun baru mendatang.
“Ini setiap operasi-operasi yang dilakukan kita kita mendahului supaya masyarakat juga nanti rasa aman nyaman dan tenang dalam merayakan Natal dan tahun baru ini,” lanjutnya. (Fer/J-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More