Senin 25 November 2019, 18:21 WIB

Indonesia-Korsel Rampungkan Perundingan IK-CEPA

Andhika prasetyo | Ekonomi
Indonesia-Korsel Rampungkan Perundingan IK-CEPA

MI/ Susanto
Agus Suparmanto

 

MENTERI Perdagangan Republik Indonesia Agus Suparmanto dan Menteri Perdagangan Korea Selatan (Korsel) Yoo Myung-Hee, Senin (25/11), meneken deklarasi bersama penyelesaian Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) di Busan, Korea Selatan.

Penandatanganan deklarasi bersama itu menandakan kedua negara kini sudah menyepakati seluruh substansi di dalam teks perjanjian dan selangkah lebih dekat menuju penandatangan dan implementasi IK-CEPA.

Agus mengungkapkan, jika sesuai proyeksi, penandatangan IK-CEPA akan bisa dilaksanakan pada semester pertama 2020.

"Setelah ini, kedua pihak masih akan melanjutkan proses legal scrubbing untuk teks perjanjian yang ditargetkan selesai pada Februari 2020, baru kemudian IK-CEPA ditandatangani," ujar Agus melalui keterangan resmi, Senin (25/11).

Penyelesaian IK-CEPA merupakan tonggak sejarah baru dalam hubungan ekonomi Indonesia-Korsel.

Lebih dari sekadar perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA), IK-CEPA merupakan sebuah kemitraan komprehensif di bidang perdagangan barang, jasa hingga investasi.

"Dengan adanya IK-CEPA, Indonesia akan mendapatkan akses pasar yang lebih luas dibandingkan dengan yang selama ini diberikan melalui perjanjian ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AKFTA),” imbuhnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2018, total perdagangan kedua negara mencapai US$18,6 miliar.

Ekspor Indonesia ke Korsel tercatat sebesar US$9,53 miliar. Sementara impor Indonesia dari negara itu US$9,08 miliar. Dengan nilai tersebut, Indonesia menikmati surplus sebesar US$460 juta.

Sebagai upaya sosialisasi IK-CEPA, Indonesia turut membawa serta para pelaku usaha yang berasal dari berbagai sektor seperti kelapa sawit, makanan dan minuman, kopi dan bubuk coklat, garmen siap olah, produk berbahan baku daun kelor (moringa), ikan teri/bilis (anchovy) dan sarden, rumput laut kering jenis euchema cottonii, serta kayu lapis, veneer, dan konjac powder. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More