Senin 25 November 2019, 18:11 WIB

PGRI: Guru Tidak Butuh Pidato, Yang Diinginkan Kebijakan Nyata

Antara | Humaniora
PGRI: Guru Tidak Butuh Pidato, Yang Diinginkan Kebijakan Nyata

MI/PERMANA
Ketua PGRI Unifah Rosyidi

 

PGRI berharap apa yang disampaikan oleh Mendikbud jangan hanya menjadi gagasan, melainkan harus ada upaya nyata.

KETUA Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan guru harus dilihat secara komprehensif dan tidak hanya dipidatokan bahwa guru sangat mulia.

"Guru saat ini tidak bisa hanya dipidatokan bahwa guru itu sangat mulia, sangat penting. Itu tidak butuh seperti itu, apa yang dibutuhkan guru adalah kebijakan yang nyata karena kita kekurangan guru," ucap Unifah di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan selama 10 tahun tidak ada pengangkatan guru, akibatnya kekurangan guru. Saat ini 52 persen berstatus guru swasta dan honorer yang digaji terbatas.

"Kita memang tidak boleh selalu ngomong tentang gaji, tapi professionalisme itu melekat di dalamnya, kesejahteraan yang layak. Hal itu dikarenakan para guru adalah orang yang menciptakan, membayangkan masa depan."

Unifah menambahkan apa yang disampaikan Mendikbud Nadiem Makarim dalam pidatonya, merupakan apa yang sudah PGRI perjuangkan sejak lama. Baik itu penyederhanaan birokrasi, kemerdekaan profesi, maupun otonomi sekolah.

Unifah berharap apa yang disampaikan oleh Mendikbud jangan hanya menjadi gagasan, melainkan harus ada upaya nyata. Sejumlah aturan yang menghambat guru diminta untuk dipangkas.

"Ini saya kasih contoh, guru katanya harus merdeka, supaya merdeka dikurangi dong dikurangi aturan-aturannya. Akan tetapi nyatanya satu contoh kebijakan yaitu guru harus melakukan "fingerprint" sehari tiga kali pagi, siang dan sore. Kalau seperti ini, dimana kemerdekaannya," terang dia.

Contoh lainnya adalah bahwa Mendikbud sebelumnya, Muhadjir Effendy, mengatakan guru tidak harus mengajar 24 jam, karena tugas guru tidak hanya mengajar. Namun kenyataannya, sekolah berlangsung Senin hingga Jumat, dari pagi sampai sore karena aturan mengajar 24 jam itu tidak dicabut.

"Kebijakan yang menghambat harus dipangkas, karena hanya berbicara maka akan menjadi sebatas gagasan," tukas dia.(OL-4)

Baca Juga

Yoseph Pencawan

Audisi Rektor, Dekan Fisip USU Paparkan Program

👤(PS/YP/H-3) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:45 WIB
PROSES penjaringan calon Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki tahapan pemaparan program kerja,...
 ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.

Wisata Berbasis Ekosistem Gambut

👤 (SS/H-1) 🕔Rabu 25 November 2020, 00:35 WIB
JASA lingkungan, khususnya ekowisata, potensial untuk dikembangkan di ekosistem gambut dengan menyinergikan pengelolaan ekosistem...
MI/Susanto

Iuran BPJS tengah Dikaji

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 25 November 2020, 00:25 WIB
PEMERINTAH tengah menyiapkan penyusunan besaran iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang berbasis kebutuhan dasar...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya