Senin 25 November 2019, 14:26 WIB

Presiden Ingatkan soal Peluang dan Tantangan di Era Disrupsi

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Presiden Ingatkan soal Peluang dan Tantangan di Era Disrupsi

Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo

 

Kecepatan perkembangan teknologi telah mengubah cara hidup manusia secara dramatis.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara dalam forum ASEAN-Republic of Korea (RoK) CEO Summit di Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO), Senin (25/11).

Lebih lanjut Presiden memberikan contoh misalnya, jika dalam satu dekade sebelumnya armada taksi dimiliki oleh perusahaan besar.

“Saat ini dengan teknologi, perusahaan besar digantikan oleh pemilik mobil perseorangan,” kata Jokowi dalam keterangan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Senin (25/11).

Presiden menambahkan, saat ini telah dimulai uji coba mobil tanpa pengemudi, sehingga dapat dibayangkan dalam satu dekade kedepan, transportasi hanya akan dikemudikan oleh teknologi tanpa perlu adanya sopir.

Di awal sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa kehadirannya di ASEAN-ROK CEO Summit merupakan kali kedua. Dalam pertemuan itu, Presiden menyampaikan bahwa sejak CEO Summit tahun 2014 dunia berubah dengan sangat cepat dimana saat ini kita hidup di era apa yang dikenal dengan “age of disruption.”

“Big data, artificial intelligence, teknologi 4.0 telah meruntuhkan semua definisi, ukuran bahkan teori yang selama ini menjadi rujukan,” ujar Presiden.

Di saat yang sama, age of disruption ini memberikan peluang yang sangat besar dan juga memiliki tantangan serta permasalahan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

“Tantangan ini semakin besar, saat kita saksikan meningkatnya tendensi nasionalisme dan populisme ekonomi di beberapa negara dalam beberapa tahun terakhir,” tutur Presiden.

Bahkan, gerakan anti pasar bebas mengemuka dan pendekatan proteksionisme pun semakin mendominasi.

“Kolaborasi dan paradigma win-win yang selama beberapa dekade menjadi basis bagi kerja sama ekonomi dunia mulai tergerus dengan pendekatan transaksional dan zero-sum-game yang semakin marak,” ucap Presiden.

Presiden menilai, jika hal ini dibiarkan maka terjadinya resesi ekonomi dunia akibat disfungsi sistem ekonomi dan keuangan global serta ketidakpercayaan terhadap institusi ekonomi dunia tahun 1930-an diperkirakan dapat terulang.

“Ini yang harus kita hindari bersama. Kalau ini terjadi, semua akan rugi,” kata Jokowi.

Kerugian tidak hanya akan dialami oleh negara maju, emerging economies, terlebih negara berkembang, tapi juga dunia usaha juga akan mengalami kerugian yang besar.

“Menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengatakan tidak bagi resesi ekonomi global,” ujar Presiden Jokowi.

Sebelum berbicara di forum tersebut, Presiden terlebih dahulu meninjau pameran inovasi pelayanan publik dan smart cities di BEXCO. (OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More