Senin 25 November 2019, 14:23 WIB

SIMAC Optimalkan Penguatan Ekonomi Kaum Muda dan Santri

Antara | Humaniora
SIMAC Optimalkan Penguatan Ekonomi Kaum Muda dan Santri

Istimewa
Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 di Hall Nusantara V Gedung DPR/MRR RI, Jakarta, pada 22-25 November 2019.

 

SANTRI Millenial Center (SIMAC) berkomitmen untuk terus membuat terobosan dan mengoptimalkan potensi ekonomi para santri dan pesantren di seluruh Indonesia. Melalui penguatan ekonomi keumatan itu diharapkan bangsa Indonesia mampu mengelola sendi-sendi kehidupan beragama dengan  baik dan mampu  mandiri secara ekonomi.

Presiden Direktur SIMAC, Gus Rahman, mengatakan situasi politik dan ekonomi global yang tak menentu ikut memengaruhi kondisi ekonomi dan politik dalam negeri.Termasuk isu penyebaran paham radikalisme dan aksi terorisme yang tak jarang  melibatkan anak-anak muda potensial.

”Ini menjadi problem tersendiri bagi generasi muda khususnya generasi muda Islam di Indonesia,”kata Gus Rahman dalam diskusi yang bertajuk 'Strengthening The Role of Muslim Youth to Consolidate The Ummah' Young Entrepreneurship and Sharia Economic Summit (YES) pada Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 di Hall Nusantara V Gedung DPR/MRR RI, Jakarta, pada 22-25 November 2019.

Menurut Gus Rahman, dalam rangka mencegah isu-isu yang berpotensi merusak sendi keagamaan ini, SIMAC terus mengoptimalkan implementasi arus baru ekonomi Indonesia bagi para kaum muda dan santri termasuk pelaku usaha rakyat seperti petani, nelayan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

“Peran umat dan pesantren dalam membangun ekonomi bangsa sangat dibutuhkan ditengah kondisi ekonomi nasional yang masih mengalami tantangan terutama tantangan global," ujarnya.

SIMAC akan terus berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk menggelorakan Arus Baru Ekonomi Indonesia bagi pelaku usaha rakyat khususnya petani, nelayan, dan UMKM,” tegas Gus Rahman.

Pada kesempatan yang sama juga diperkenalkan Gerakan sejuta Gus Iwan (Santri Bagus Gemar Ngaji dan Usahawan) sebagai buah komitmen Wakil Presiden RI, Kyai Ma’ruf Amin dalam mencetak generasi tangguh yang Islami dengan menciptakan produk halal dan tidak ada riba.

 “Gus Iwan ini merupakan sosok pemuda zaman now, pemuda millenial yang punya jiwa patriotisme dan kemandirian dalam usaha. Indonesia akan menuju era keemasan dan akan dimotori oleh anak-anak muda yang terpanggil jiwa raganya demi bangsa Indonesia,”ujar Nur Rohman.

Salah satu wujud Implementasi Gagasan Arus Ekonomi Baru ini adalah kehadiran usaha Kedai Kopi Abah di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Banten, Bogor, Cirebon, Bandung,Kuningan, Banjar,Garut, Bali dan berbagai daerah lain di Indonesia.

“Kopi Abah sebagai pilihan untuk membuka usaha ditengah kecenderungan masyarakat Indonesia yang semakin menggandrungi kopi. Ini sekaligus menjadi peluang  untuk menumbuhkan semangat berwirausaha dan memperkuat ekonomi keumatan,” kata Gus Rahman lagi.

Untuk diketahui, sejumlah tokoh hadir dalam Forum Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 yang dibuka Menteri Agama Fachrul Razi dan adakan  di Jakarta, pada 22-26 November 2019. Forum ini merupakan agenda pertemuan para pemuda muslim dari negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (AntaraOL-09) .

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More