Senin 25 November 2019, 13:00 WIB

Program Vokasi BP Jamsostek Turut Kurangi Angka Pengangguran

mediaindonesia.com | Ekonomi
Program Vokasi BP Jamsostek Turut Kurangi Angka Pengangguran

Istimewa
BP Jamsostek Cabang Rawamangun menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja di di Hotel MaxOne Rawamangun, Jakarta, Senin (25/11).

 

SETELAH resmi memperkenalkan program Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja kepada publik di pertengahan Juli lalu, kini BPJS Ketenagakerjaan (TK) atau yang saat ini dikenal dengan BP Jamsostek rutin menggelar pelatihan yang diperuntukkan kepada peserta yang telah mendaftar.

Salah satunya adalah pelatihan yang diselenggarakan oleh BP Jamsostek Cabang Rawamangun. Pelatihan tersebut resmi dibuka Direktur Pelayanan BP Jamsostek Krishna Syarif, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, dan Kelapa Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Timur Galuh Prasiwi Widorukmi di Hotel MaxOne Rawamangun, Jakarta, Senin (25/11).

Pada acara pembukaan program Pelatihan Vokasi Indonesia Bekerja tersebut turut hadir anggota Dewan Pengawas BP Jamsostek Rekson Silaban dan Deputi Direktur BP Jamsostek Kantor Wilayah DKI Jakarta Cotta Sembiring, dan Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Jakarta Rawamangun, Deny Yusyuliwan.   

“Saat ini kami sedang gencar mempromosikan pelatihan vokasi kepada seluruh pekerja di Indonesia, sebab pelatihan ini bisa membuka kesempatan bagi para pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali bekerja,” terang Krishna.

Selain Kantor Cabang Rawamangun, untuk wilayah DKI Jakarta terdapat tiga cabang lain yang juga dijadikan piloting yaitu Kantor Cabang Jakarta Kelapa Gading, Kantor Cabang Jakarta Pulo Gebang, dan Kantor Cabang Jakarta Cilandak.

Sejak mulai dijalankan September 2019, tercatat 600 pekerja yang alami PHK sudah mengikuti pelatihan vokasi, dan 200 di antaranya dinyatakan lulus tersertifikasi.

“Pada tahun 2020 pemerintah menargetkan BP Jamsostek mampu melatih 20 ribu pekerja, oleh karena itu saya mengajak suluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengakses situs www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi,” jelas Krishna.

Dalam kesempatan yang sama, Krishna juga berharap dengan program Return to Work akan ada perusahaan–perusahaan yang menjadi ‘bapak angkat’ bagi peserta BP Jamsostek yang telah mengikuti program vokasi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar mengatakan program vokasi Indonesia Bekerja sangat membantu mengurangi jumlah pengangguran di wilayah Jakarta Timur. Terlebih lagi, saat ini tercatat empat perusahaan tutup.

“Program vokasi yang memberi pelatihan kepada para pekerja yang mengalami PHK turut mengurangi jumlah pengangguran dan juga angka kemiskinan,” tutur Anwar.    

Pada kesempatan yang sama, Deputi Direktur Wilayah DKI Jakarta , Cotta Sembiring mengatakan target nasional BP Jamsostek untuk pelatihan program Vokasi Indonesia Bekerja ini sebesar 20 ribu pekerja, dan untuk wilayah DKI Jakarta kami telah menargetkan sebanyak 2.000 pekerja.

"Alhamdulillah sampai dengan hari ini kami sudah melatih tenaga kerja sebanyak 241 pekerja dari 4 kantor cabang piloting, yakni Kacab Jakarta Kelapa Gading, Kacab Jakarta Pulo Gebang, Kacab Jakarta Cilandak dan Kacab Jakarta Rawamangun", jelas Cotta.

Cotta berharap pelatihan vokasi ini mampu membuka ruang bagi para pekerja yang mengalami PHK untuk belajar kembali, melakukan up-skilling maupun reskilling, sehingga bisa kembali bekerja atau menjadi wirausahawan.

Sementara itu Kepala Kantor Cabang BPJamsostek Jakarta Rawamangun, Deny Yusyuliwan menjelaskan."Jumlah peserta yang akan mengikuti pelatihan hari ini sebanyak 20 peserta untuk kelas Food and Beverage Service, sesuai jenis pelatihan yang diberikan oleh LPK Bina Mutu Bangsa yakni sektor perhotelan dan pariwisata".

"Saya mengajak seluruh pekerja yang mengalami PHK ataupun putus kerja untuk mendaftarkan diri dengan cara mengunjungi langsung 4 Kantor Cabang Piloting dan dapat mengakses di website www.bpjsketenagakerjaan.go.id dan klik pada banner vokasi,”ujar Deny. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More