Senin 25 November 2019, 13:30 WIB

Jalan Layang Pertama di Sulteng Rampung Akhir 2019

Tri Subarkah | Nusantara
Jalan Layang Pertama di Sulteng Rampung Akhir 2019

MI/Tri Subarkah
Pembangunan jalan layang Pantoloan di kota Palu, Sulawesi Tengah sudah mencapai 60%.

 

PEMERINTAH sedang membangun jalan layang (fly over) pertama di Provinsi Sulawesi Tengah. Jalan layang yang berlokasi di Pelabuhan Pantoloan rencananya rampung pada 31 Desember 2019. Adapun pengerjaan proyek tersebut berlangsung selama 161 hari, dimulai sejak 24 Juli 2019.

"Jadi progres kita sekitar 60% lebih. Target kami, selesai di akhir Desember (2019). Ya kalo liat pekerjaan utama sudah selesai semua, jadi tinggal aspal, trotoar," papar Kepala Satuan Kerja PJN Wilayah II Tri Bakti Mulianto, Minggu (24/11).

Anto menjelaskan jalan layang Pantoloan berfungsi memperlancar arus jalan nasional dari Palu ke arah Toli-toli dan ke batas Gorontalo. Hal itu karena adanya persinggungan antara jalan nasional dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

"Kia berharap dengan adanya jalan ini, yang pertama tidak terjdi kecelakaan akibat adanya persilangan tadi, kedua KEK tidak terganggu jalan nasional, jalan nasional tidak terganggu lalu lintas KEK," terang Anto.

Baca juga: Bus Masuk Jurang, 35 Penumpang Selamat

Wakil Menteri PU-Pera John Wempi Wetimpo berharap jalan layang Pontoloan mampu berguna untuk akses masyarakat. Walakin, ada tantangan yang harus dihadapi, yakni ketersediaan bahan baku.

"Materialnya sedikit susah, semen, kadang masuk cuma distribusi di beberapa pekerjaan cuma mereka opt akhir tahu. Ini bisa selesai. Saya berharap bisa cepat selesai," kata Wempi.

Pasokan semen untuk proyek tersebut harus dibagi dengan proyek lain. Pasalnya, ada beberapa proyek di Sulteng yang pembangunannya bersamaan dengan jalan layang Pantoloan.

"Katakanlah ada 10.000 ton semen, itu kan harus berbagi. Kalau semuanya fokus ke sini, paket (proyek) yang lainnya kan akan terlambat," papar Kepala BPJN XIV-Palu Satrio Utomo.

Satrio mengatakan bahwa pembangunan jalan layang Pantoloan mampu menstimulus pekerjaan pascabencana lain di Kota Palu khusunya dan Sulteng umunnya.

Jalan layang sepanjang 904 meter itu dibangun dengan menggunakan APBN Tahun Anggaran 2019. Adapun pagu anggaran proyek tersebut senilai Rp94.972.150.000 dengan nilai kontrak Rp84.901.861.000.

Proyek itu juga menggunkan teknologi baru berupa mortar ringan seperti yang diterapkan di Brebes Exit (Brexit) 4. Nantinya, jalan layang Pantoloan akan menjadi percontohan bagi pembangunan jalan layang lain di kota Palu. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More