Senin 25 November 2019, 10:12 WIB

Paus Fransiskus Minta Tingkatkan Bantuan untuk Korban Fukushima

Basuki Eka Purnama | Internasional
Paus Fransiskus Minta Tingkatkan Bantuan untuk Korban Fukushima

AFP/Kazuhiro NOGI
Paus Fransiskus (kiri) bertemu dengan korban bencana Fukushima, salah satunya seorang pendeta Buddha

 

PAUS Fransiskus, Senin (25/11), meminta adanya peningkatan upaya untuk membantu para penyintas korban gempa, tsunami, dan hancurnya PLTN Fukushima.

Satu hari menjelang berakhirnya turnya di Jepang, Paus bertemu dengan para penyintas bencana pada 11 Maret 2011 ketika gempa berkekuatan 9 pada Skala Richter disusul tsunami setinggi 17 meter yang menghancurkan wilayah timur laut Jepang dan menewaskan hampir 16 ribu orang.

Pemuka agama berusia 82 tahun itu memberikan penghormatan bagi semua yang membantu para korban.

"Kita tidak boleh membiarkan aksi-aksi itu terlupakan seiring berjalannya waktu. Kita harus terus memberikan bantuan tanpa kendor," ujarnya.

Baca juga: Paus Fransiskus akan Bertemu Korban Bencana Fukushima

Tsunami itu menyapu segala yang ada di jalurnya termasuk PLTN Fukushima Daiichi sehingga menyebabkan bencana nuklir terbesar di dunia sejak Chernobyl.

Sekitar setengah juta orang meninggalkan rumah mereka di hari pertama pascagempa itu dan hingga kini sekitar 50 ribu orang masih tinggal di pengungsian.

Dalam kesempatan kali ini, Paus mendengarkan kisah penyintas, salah satunya adalah Toshiko Kato, kepala sekolah TK Katolik yang kehilangan rumahnya akibat tsunami.

"Saya ingat ketika saya berdiri di reruntuhan rumah saya, saya berterima kasih karena masih diberi hidup dan berusaha menghargainya," ujar Kato kepada Paus.

"Melalui gempa itu, saya menerima lebih banyak ketimbang kehilangan saya. Banyak orang dari berbagai penjuru dunia membuka hati mereka dan saya menemukan harapan dari melihat banyak orang saling membantu," imbuhnya. (AFP/OL-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More