Senin 25 November 2019, 07:00 WIB

Teknologi Efisiensikan E-Commerce

Dero Iqbal Mahendra | Ekonomi
Teknologi Efisiensikan E-Commerce

ilustrasi
E-commerce

 

Tuntutan tersebut, seperti jadwal pengiriman harus lebih cepat dan biaya pengiriman barang yang lebih rendah.

PENJUALAN perdagangan secara daring di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga delapan kali lipat. Pasar e-commerce pada 2022 di Indonesia dapat mencapai US$65 miliar.

Pertumbuhan besar itu mendorong perusahaan e-commerce memanfaatkan teknologi canggih untuk memenuhi tuntutan konsumen terkait pengiriman barang. Tuntutan tersebut, seperti jadwal pengiriman harus lebih cepat dan biaya pengiriman barang yang lebih rendah.

Menurut Presiden Honeywell Indonesia Roy Kosasih, e-commerce ke depan makin membutuhkan teknologi dengan serangkaian solusi cerdas yang mampu memfasilitasi gudang dan rantai pasokan yang terhubung. Artinya, operator dapat menerima, menyimpan, mengirimkan barang dengan akurat menggunakan sistem, serta perangkat lunak dan keras yang didukung kecerdasan buatan dan teknologi komputer seluler.

"Lewat solusi ritel mencakup toko sampai gudang, pelaku industri dapat selalu terhubung dengan pedagang lain dan pelanggan. Stok barang diketahui, pemesanan berjalan secara otomatis, dan setiap tahapan logistik berjalan tanpa hambatan," ujar Roy dalam suatu diskusi di Jakarta, pekan lalu.

Begitu pun pusat distribusi. Warehouse management system, imbuhnya, menyatukan peralatan otomatis, alur kerja, pesanan, dan tenaga kerja dalam platform terpadu agar operator pusat selalu dapat melihat setiap langkah dengan seketika agar efisiensi dapat selalu dijaga.

Sistem itu mengelola setiap tahapan operasional e-commerce, termasuk stock opname toko dan pusat distribusi grosir secara efisien, tepat, dan akurat. Maklum, Indonesia memiliki karakter distribusi yang kompleks.

Roy menyatakan logistik pihak ketiga menjadi penggerak penting perdagangan e-commerce dengan pertumbuhan industri rata-rata 10% per tahun. Dengan memanfaatkan teknologi, penyedia logistik dapat memperluas kapabilitas pengiriman dagangan e-commerce, meningkatkan produktivitas di dermaga pengiriman, memastikan akurasi pemesanan, dan memperluas kapasitas layanan bernilai tambah, termasuk manajemen barang dagangan yang dikembalikan atau penanganan produk khusus.

Karakter pelanggan

Kepala Operasi dan Manajemen Produk Blibli.com Lisa Widodo menambahkan, bahwa industri ritel, e-commerce, dan rantai pasokan, berperan penting dalam pertumbuhan sosial ekonomi negara. "Karakter pelanggan akhir-akhir ini maunya serbainstan, cepat, murah, dan bagus," ujar Lisa di tempat yang sama.

Pihaknya, sebagai e-commerce asli Indonesia, berkomitmen membuat kebutuhan pelanggan menjadi lebih cepat dan murah. Saat ini Blibli.com memiliki 19 gudang untuk semakin mendekatkan diri ke konsumen dan bekerja sama dengan 24 mitra logistik.

Lisa menjelaskan, pada semester I 2019 pemesanan di Blibli.com meningkat 400% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Jumlah merchant yang bekerja sama juga meningkat hingga 250%.

Untuk menjaga kepuasan konsumen di tengah peningkatan bisnis yang pesat itu, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi. Lisa mengakui salah satu perusahaan yang digandeng itu ialah Honeywell untuk picking dan handover. Efisiensi waktu dalam kedua hal tersebut dapat menyentuh 30%.

Ada pula 8commerce yang mengkhususkan pada layanan distribusi, logistik, dan pergudangan bagi e-commerce. Chief Executive Officer 8commerce Ronny Ritongadi menerangkan, pihaknya melayani hingga ratusan ribu order. Dengan menggunakan warehouse management system, pihaknya berupaya agar pengiriman barang dapat sampai ke tujuan dalam sehari. (M Setiawan Alun Segoro/S-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More