Minggu 24 November 2019, 21:50 WIB

Di Usia Ke-64, Lulusan UMJ Harus Siap Tantangan Global

Muhammad Syahrul Ramadhan | Humaniora
Di Usia Ke-64, Lulusan UMJ Harus Siap Tantangan Global

Ist
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Syaiful Bakhri pada perayaan milad ke-64 di Greenpark Kampus UMJ Tangerang Selatan, Sabtu (23/11).)

 

IKATAN Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta (Ikalum-UMJ) berharap lulusan UMJ bisa menjawab tantangan zaman. Baik di jalur profesional, entrepreneur, terutama ketika menjadi pendidik.
 
"Kita harus melihat pasar. Pasar sekarang bicara revolusi industri 4.0, bicara teknologi. Mahasiswa setelah lulus dari sini itu bisa menjawab itu semua, sehingga bisa mengisi pos-pos untuk kemajuan bangsa," kata Ketua IKALUM-UMJ, Deddy Harsono, di Greenpark Kampus UMJ Tangerang Selatan, Sabtu (23/11).

Apalagi sekarang, kata Deddy, persaingan tidak hanya dengan sesama anak negeri, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) dari negara lain. Sebab, saat ini sudah go global, tidak ada lagi batasan pekerjaan, begitu juga pergaulan.

"Kita sudah go global berkompetisi dengan negara lain, berbagai pergaulan negara dengan negara lain sehingga dengan adanya itu harus diisi dengan SDM Indonesia terutama UMJ bisa menjawab tantangan itu," kata Deddy.
 
Ia juga mengatakan, peningkatan SDM di UMJ ini sejalan dengan visi SDM Unggul Indonesia Maju. Karena pembangunan suatu negara ke depannya akan ditentukan oleh kualitas SDM.
 
"Kalau teknologi kita tidak bisa buat, kita bisa beli. Tapi kalau SDM itu bisa menciptakan teknologi juga kemajuan negara. Matching sekali harapan kepala negara dengan UMJ," jelas lulusan jurusan Elektro UMJ ini.
 
UMJ pada 18 November 2019 kemarin tepat berusia 64 tahun, berdiri sejak 1955 UMJ merupakan Kampus Muhammadiyah tertua dan menjadi cikal bakal lahirnya Universitas Muhammadiyah lainnya.

Sementara itu, milad ke-64 ini juga merupakan momentum bagi UMJ untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, dengan fokus menjadikan SDM sebagai keunggulan utama. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pengajar atau dosen di UMJ.


Baca juga: Sepi Peminat, Passing Grade CPNS tidak akan Diturunkan


"Sebagai universitas yang sudah cukup tua, lahir sejak 1955, tentu kematangan sumber daya manusia menjadi keunggulan utama. Semua dosen tahun depan harus doktor," kata Rektor UMJ Syaiful Bakhri dalam sambutannya di perayaan milad tersebut.
 
Kampus yang hari jadinya berbarengan dengan Muhammadiyah, yakni 18 November, saat ini 50% dosennya telah bergelar doktor. Syaiful terus mendorong dosen yang masih s2 atau magister untuk segera mengambil S3.

Selain itu, guna memberdayakan dosen yang belum S3 nantinya tidak akan mengajar di kelas dan menjadi dosen riset.

"Bagi yang belum doktor dia mungkin tidak masuk kelas, jadi dosen riset. Sehingga riset kita juga unggul," terang pria 57 tahun ini.
 
Mantan Dekan Fakultas Hukum UMJ ini juga berharap riset-riset di UMJ tidak hanya berakhir menjadi jurnal atau mengejar jurnal internasional, tetapi juga riset yang menghasilkan sebuah produk. Agar nantinya bisa dikapitalisasi.
 
"Riset berkualitas yang harus dibangun, bukan hanya sekadar riset duduk di dalam meja, doktrin-doktrin ilmu tapi juga harus aplikatif," ujarnya.
 
Sebagai bagian dari rangkaian Milad ke-64, UMJ menggelar jalan sehat untuk tenaga kependidikan dan staf. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman, dan Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Alman Hudri.
 
Arief berharap, dengan bertambahnya usia UMJ maka bertambah juga kontribusi untuk Indonesia.

"Mudah-mudahan pikiran-pikiran segar, pikiran visioner selalu muncul dari Muhammadiyah. Muncul pikiran yang bersama-sama, komplet bangsa ini makin maju kalau kita mau bersama-sama memberikan kontribusi," ujarnya. (Medcom/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More