Senin 25 November 2019, 08:15 WIB

Kepala BKKBN Apresiasi Kampung KB Kabupaten Keerom

mediaindonesia.com | Humaniora
Kepala BKKBN Apresiasi Kampung KB Kabupaten Keerom

DOK BKKBN
Ketua BKKBN, dr Hasto Wardoyo SpOG(K) melakukan kunjungan kerja ke Kampung KB di Kampung Warbo Arso 7, Distrik Arso Barat, Kab Keerom.

 

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr Hasto Wardoyo SpOG(K) melakukan kunjungan kerja ke Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kampung Warbo Arso 7, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Selasa (19/11/2019).

Kegiatan ini dihadiri juga oleh Bupati Keerom Muh. Markum, Ketua Sementara DPRD Keerom Bambang Mujiono, pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat Keerom.

Hasto mengatakan saat dialog dengan masyakarat, Kabupaten Keerom berpotensi untuk menjadi proyek percontohan kampung keluarga berencana (KB) di Papua dalam rangka memperluas pemahaman masyarakat bahwa merencanakan keluarga melalui program KB adalah penting.

Program KB bertujuan agar setiap keluarga merencanakan keluarga dengan fokus pada peningkatan kualitas anak secara khusus dan kualitas keluarga secara umum dan bukan semata-mata bermakna pembatasan jumlah anak. Hasto menuturkan agar setiap keluarga merencanakan dengan tepat untuk masa depan anak mereka salah satunya dengan merencanakan jarak kelahiran antar anak.

"Yang paling penting tujuan dari KB ini keluarga itu berencana, dan rencana itu baik. Oleh karena itu, ketika tujuannya berencana baik maka yang paling penting adalah merencanakan kualitas anak itu," kata Hasto.

Kepala BKKBN Hasto mengatakan Kabupaten Keerom berpotensi jadi proyek percontohan karena memiliki semangat untuk membangun kemandirian dan antusiasme warga setempat untuk membangun hidup yang lebih berkualitas dan wujudkan keluarga sehat sejahtera.

Sementara itu Bupati Keerom Muh Markum menuturkan, untuk sosialisasi program keluarga berencana, pemerintah kabupaten menggunakan pola pendekatan antara lain melalui tokoh atau pemimpin agama seperti pastur, pendeta, ustaz beserta tokoh-tokoh adat yang ada di wilayah itu.

Hal ini dinilai lebih efektif dibanding pendekatan lain karena agama dan adat memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat di wilayah Papua. “Karena di sini adat itu paling menonjol sampai bapak ketua agama yang bisa masuk memberikan edukasi kepada masyarakat," tuturnya. (Humas/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More