Minggu 24 November 2019, 20:15 WIB

Stafsus Milenial Cuma Pajangan, Billy Jawab Kritik Fadli Zon

Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum
Stafsus Milenial Cuma Pajangan, Billy Jawab Kritik Fadli Zon

ANTARA/Wahyu Putro A
Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasa

 

STAF Khusus Presiden Joko Widodo, Billy Mambrasar, tidak terima dengan tudingan politikus Gerindra Fadli Zon yang menyebut stafsus milenial yang dipilih Jokowi hanya 'pajangan'. Wakil Ketua Umum partai Gerindra tersebut mengatakan tujuh staf itu hanya sekadar lipstik.

"Maaf Pak @fadlizon anda menyebut kami lipstik, berarti menganggap kami kosmetik (tdk ada manfaat signifikan),tdk berkompetensi dan tuduhan licik & bodoh kpd org yg mengangkat kami (Pak Jokowi). Sblm kami dtunjuk, kami sdh berkarya&Ikut Berkontribusi ikut membangun bangsa ini!" kata Billy melalui cuitannya @kitongbisa, Minggu (24/11).

Billy lalu menjelaskan kualifikasi masing-masing rekannya. "Apa anda @fadlizon tidak mengetahui karya @AdamasBelva yg sdh memberikan akses pendidikan k ratusan org karena ruang gurunya?Sy yg sdh memberikan pendidikan gratis&mendorong pemberdayaan kaum tertinggal d daerah terluar?Ayu kartika Dewi dgn advokasi pendidikan toleransi?," sambung Billy.


Baca juga: Medsos Buat Intoleransi Menyebar ke Pelosok Desa


Ditambahkan Billy : "Pak @fadlizon -karya Andy Taufan memberikan akses permodalan ke kaum wanita utk kluar dr kemiskinan?Putri Tanjung dgn event2 bisnis kreatif utk mendorong anak muda berwirausaha?Aminudin Ma'ruf dgn empowering pesantrenAngkie Y menginspirasi ratusan org dgn disabilitas?," kata Billy melanjutkan.

Kata Billy, mereka dipilih Presiden Jokowi karena memiliki kompetensi dan bukan sekedar pajangan sebgaimana dituduhkan Fadli. "Pak @fadlizon , Ketika kami ditawarkan stafsus, kami msh sempat berpikir satu minggu sebelum mengatakan: "Iya", kami bkn kosmetik, dan kelompok manusia bodoh yg haus jabatan. Kami menerima tawaran ini hanya karena kecintaan kami ke Indonesia. Bukan krn kekuasaan dan uang!," tegas Billy.

Sebelumnya, Fadli beranggapan seharusnya staf yang baik dinilai dari kemampuannya dalam bekerja. Bukan dilihat hanya dari umurnya.
"Cuma lipstick saja, pajangan saja lah itu. Kita mau melihat kinerja orang pada kapasitas kapabilitas, tidak melihat umur, harusnya," ujar Fadli. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More