Minggu 24 November 2019, 19:33 WIB

Pidato Nadiem Beri Secercah Harapan Bagi Guru

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Pidato Nadiem Beri Secercah Harapan Bagi Guru

MI/ Susanto
Nadiem Makarim

 

MENJELANG peringatan Hari Guru yang jatuh pada Senin (25/11), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membagikan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim. Pidato itu kan dibacakan saat upacara peringatan Hari Guru Nasional 2019. Isi pidato tersebut pun telah dikonfirmasi oleh Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Muhamad Heikal.

Dalam pidatonya, Nadiem menyampaikan rasa simpatinya atas berbagai permasalahan yang dihadapi para guru di Tanah Air.

Menurut Nadiem, guru di Indonesia lebih sering dipersulit dengan berbagai aturan yang ada, padahal mereka diberi tugas untuk membentuk masa depan bangsa. Guru sering dibebani tugas administratif yang menghambat mereka untuk membantu murid yang mengalami ketertinggalan di kelas.

Guru sering didesak mengejar angka, dituntut seragam atas dasar birokrasi, dan dibatasi oleh kurikulum yang ada.

“Guru Indonesia yang tercinta, tugas anda adalah yang termulia sekaligus yang tersulit,” tulis Nadiem dalam pidatonya.

Untuk membantu para guru menyelesaikan masalah pendidikan di Tanah Air, Mendikbud berjanji akan memperjuangkan kemerdekaan belajar di Indonesia melalui berbagai perubahan. Namun, dia meminta para guru untuk turut melakukan upaya-upaya kecil sebagai langkah awal perubahan.

Ada lima perubahan kecil yang menjadi pesan Mendikbud agar dilakukan para guru di sekolah yakni, mengajak murid berdiskusi bukan hanya mendengar, memberi kesempatan murid mengajar di kelas, mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas, menemukan bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri, dan menawarkan bantuan pada guru lain yang sedang mengalami kesulitan.

“Apapun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak,” tegasnya.

Menanggapi isi pidato Nadiem yang viral di media sosial ini, Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim menilai,hal itu merupakan bentuk kesadaran Mendikbud setelah mendengar berbagai saran dari para guru, termasuk IGI. Beberapa hal di dalam pidato tersebut juga sesuai dengan usulan yang disampaikan IGI kepada Mendikbud beberapa waktu lalu.

“Apa yang disampaikan Pak Menteri dalam pidato untuk Hari Guru Nasional sebenarnya sangat baik dan sudah sesuai dengan usulan kami seperti penyederhanaan administrasi pengajaran, mengurangi beban guru, kurikulum terlalu berat,” kata Muhammad Ramli kepada Media Indonesia, Minggu (24/11).

Muhammad Ramli menambahkan, pidato Nadiem merupakan sebuah sinyal positif bagi IGI, namun tidak akan bisa mengubah kondisi yang ada apabila Mendikbud belum membuat regulasi baru, seperti mengubah Undang-Undang Sistem Pendidikan dan membuat Peraturan Menteri.

“Selama Mendikbud belum membuat regulasi, maka pengawas sekolah, kepala sekolah, akan tetap berpegang dengan apa yang ada karena mereka menganut kepatuhan kepada regulasi,” imbuhnya.

Terkait dengan peringatan Hari Guru Nasional 2019 yang jatuh esok hari, Muhammad Ramli menyampaikan beberapa harapan bagi pemerintah, khususnya Mendikbud. Pertama, penghapusan sistem honorarium agar ruang kelas diisi dengan guru yang professional, jelas statusnya, dan jelas pendapatannya. Perlu adanya antisipasi gelombang pensiun yang sangat besar, sehingga tidak terjadi lagi kekurangan guru di Tanah Air. Kurangi beban administrasi guru agar guru bisa lebih fokus mengajar. Perbaiki kurikulum agar tidak membebani siswa dan mereka dapat fokus mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.

Selain kepada pemerintah, Muhammad Ramli juga berpesan kepada para guru agar terus meningkatkan kompetensinya baik dari sisi profesionalitas, kepribadian, maupun kemampuan sosial.

“Kepada kawan-kawan guru, mau tidak mau guru harus terus menerus belajar. Kalau di IGI prinsipnya jangan mengajar kalau tidak belajar karena perubahan terus terjadi, sehingga update kemampuan harus terus menerus dilakukan,” tandasnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More