Minggu 24 November 2019, 23:20 WIB

Layanan Wayfinding Trans-Jakarta Disambut Positif

Layanan Wayfinding Trans-Jakarta Disambut Positif

ANTARA
Layanan Wayfinding Trans-Jakarta Disambut Positif

 

PT Transportasi Jakarta menyebutkan para pengguna menyambut baik sistem wayfinding, yaitu layanan Trans-Jakarta tanpa petugas layanan bus (plb) di dalam bus yang sudah diterapkan di koridor 1 jurusan Blok M-Kota sejak dua minggu berjalan.

"Kita adakan evaluasi dan kita sudah paparkan evaluasi itu ke Dinas

Perhubungan dan dinilai baik," ujar Dirut PT Transportasi Jakarta, Agung Wicaksono, akhir pekan lalu.

Agung mengatakan, dalam hasil evaluasi mengenai sistem wayfinding, masyarakat sudah secara mandiri menggunakan layanan tanpa perlu dibantu petugas. Ia bahkan mencontohkan penumpang pria yang masuk dari pintu area khusus wanita secara langsung berpindah ke area yang dapat ditempati pria dan wanita.

Dengan kemandirian dari para penumpang, petugas layanan bus (plb) on board hanya perlu memastikan kembali seluruh penumpang mengikuti aturan yang ditetapkan oleh PT Transportasi Jakarta.

Nantinya sistem wayfinding akan segera diterapkan di koridor Trans-Jakarta lainnya, tapi Agung masih merahasiakan koridor selanjutnya. Meski demikian, Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Disposanjoyo, mengatakan koridor dengan sistem wayfinding selanjutnya akan diumumkan pada Desember mendatang. "Yang pasti 1 Desember 2019 akan tambah rute yang menerapkan wayfinding," kata Nadia.

Untuk diketahui, sejak 6 November 2019 PT Transportasi Jakarta menerapkan sistem wayfinding, yaitu layanan petugas yang biasa ditemukan di dalam bus dipindahkan ke halte untuk memberi tahu tujuan dan melakukan pengecekan terakhir.

Pada bagian lain, Trans-Jakarta juga memastikan jalurnya steril dari kendaraan pribadi tanpa pengecualian agar memberikan pelayanan maksimal kepada pengguna layanannya sehingga dapat tepat waktu.

Sebelumnya, pada Rabu (20/11), terdapat laporan bahwa di Jalan Setiabudi, Jakarta Selatan, terjadi kemacetan di jalur Trans-Jakarta karena pengguna motor yang menerobos jalur untuk menghindari razia kepolisian.

Akibat kejadian itu, bus Trans-Jakarta koridor 4 Pulo Gadung-Dukuh Atas terhenti dan pramudi Trans-Jakarta enggan mundur dari jalurnya. Tindakan tersebut mendapat apresiasi dari manajemen PT Trans-Jakarta dan pihak kepolisian untuk menilang para penerobos jalur transportasi massal itu. "Tindakan tersebut membantu pihak kepolisian untuk segera datang ke lokasi dan menindak para pelanggar," kata Sekretaris Korporasi PT Transportasi Jakarta Nadia Disposanjoyo. (Ant/X-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More