Minggu 24 November 2019, 18:50 WIB

Rencana Pemprov Bangun Hotel di TIM, NasDem: Pemborosan Saja!

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Rencana Pemprov Bangun Hotel di TIM, NasDem: Pemborosan Saja!

Dok. MI
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh

 

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Nova Harivan Paloh, angkat bicara soal penolakan seniman mengenai pembangunan hotel 5 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan sebaiknya Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta memberikan ruang lebih untuk seniman yang biasa menggunakan tempat di TIM.

"Harusnya ada ruang lah buat para seniman dan budayawan. Hotel bagus kan sudah banyak. Kalau memang dibangun (hotel bintang 5) di TIM bisa jadi pemborosan itu," ujar Nova saat dihubungi di Jakarta, Minggu (24/11).

Nova mengaku setuju apabila Pemprov DKI merevitalisasi TIM dengan bagus dan memperhatikan kebutuhan seniman di sana. Diketahui, TIM merupakan tempat kumpul seniman dan budayawan yang mempertunjukan pementasan drama, tari, wayang dan lainnya.


Baca juga: Pegiat Seni Kecam Sikap Pejabat DKI


"Enggak ada tuh urgensinya membangun hotel di sana. Mau ngumpul di mana lagi para budayawan. Yang penting ruang seniman harus dipedulikan. Revitalisasi sah sah saja, tapi harus ada jaminan ruang yang cukup dan baik untuk seniman," tutur Nova.

Nova yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi D enggan mengomentari lebih lanjut mengenai langkah apa yang seharusnya dilakukan DPRD DKI. Ia menjelaskan, Komisi yang berwenang ialah Komisi B, karena yang mengelola revitalisasi TIM adalah Jakpro, sebagai BUMD.

"Detailnya di komisi B ya. Menurut saya sebagai anggota fraksi, tidak setuju atas pembangunan hotel bintang 5. Harusnya revitalisasi TIM memberikan ruang lebih besar buat seniman. Harusnya difasilitasi prasarana tersebut," tandas Nova. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More