Minggu 24 November 2019, 08:10 WIB

Kebijakan Terkait Kanker di Asia Pasifi k Perlu Diperkuat

Siswantini Suryandari | Humaniora
Kebijakan Terkait Kanker di Asia Pasifi k Perlu Diperkuat

Dok. IARC WHO
Direktur International Agency for Research on Cancer (IARC) WHO, Dr ­Elisabete Weiderpass.

 

PENCEGAHAN penyakit kanker sebagai strategi jangka panjang dianggap paling efektif. Hampir 30-50% jenis ­kanker bisa dicegah.

Hal itu disampaikan Dr ­Elisabete Weiderpass, Direktur International Agency for Research on Cancer (IARC) WHO dalam acara kongres ESMO Asia 2019 di Singapura, 22-24 November 2019.

Hadir dalam kongres itu sekitar 3.500 profesional di bidang kesehatan dari Asia Pasifik. Sebagai informasi, kongres ESMO yang ­diorganisasi The European Society for Medical Omcology (ESMO) ini membahas pengobatan terkini kanker dan membuat peta jalan pengobatan kanker yang lebih akurat untuk pasien di mana pun berada.

Weiderpass mengungkapkan pencegahan merupakan strategi jangka panjang yang paling efektif untuk mengendalikan kanker karena 30- 50% jenis kanker dapat dicegah.

“Wilayah Asia-Pasifik dengan lebih dari 60% populasi dunia menanggung setengah dari beban kanker global. Konsekuensinya, kebijakan dan program nasional harus diperkuat di wilayah itu. Selain meningkatkan kesadaran, ada juga kebutuhan untuk mengurangi paparan faktor risiko kanker dan memastikan bahwa orang diberikan informasi dan dukungan untuk membuat pilihan yang sehat,” kata Weiderpass, Jumat (22/11).

Sebelumnya, Presiden ESMO, Josep Tabernero, menyampaikan bahwa dari hasil survei yang dilakukan ESMO untuk pengobatan antikanker menunjukkan bahwa akses pengobatan kanker berbeda antara negara maju dan negara berkembang. Hal ini diperkuat dengan laporan WHO bahwa ada kesenjangan akses pengobatan kanker yang cukup mengkhawatirkan.

“Maka perlu reformasi dalam pelayanan kesehatan,” kata Tabernero saat membuka Kongres ESMO 2019.

Sementara itu, bagi para pasien kanker payudara HR-positif dan HER2-negatif, kini ada pengobatan terbaru. Industri farmasi Pfizer telah mengembangkan pengobatan terapi kanker untuk HR-positif dan HER2-negatif, bahkan yang sudah terjadi penyebaran (metastasis) atau stadium lanjut.

Palbociclib ialah obat untuk perawatan kanker payudara HR-positif dan HER2-negatif yang dikembangkan oleh Pfizer.­ Obat ini ialah penghambat CDK4/6, yang pertama kali disetujui sebagai terapi kanker oleh FDA.

Roberto Uehara, Vice President Medical Affairs Emerging Markets Pfizer Oncology menjelaskan palbociclib merupakan terapi bertarget untuk menghambat sel-sel kanker CDK 4/6 pada pasien kanker payudara HR+ dan HR2-negatif dan yang sudah menyebar. (Nda/N-3)

Baca Juga

Dok.mi/Tim Riset MI-NRC

Santri bukan lagi Kalangan Marginal

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 25 Oktober 2020, 03:45 WIB
Para santri didorong agar dapat selalu menyesuaikan dan meningkatkan peran di setiap...
Dok. Pribadi

Deteksi Dini Penting Untuk Selamatkan Penderita Kanker Payudara

👤Syarief Oebaidillah 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 23:33 WIB
Menurutnya jika kanker payudara ditemukan dalam stadium awal maka kemungkinan untuk bisa mencapai harapan hidup yang lebih lama adalah 98...
MI/Andri Widiyanto

100 Tahun Indonesia Emas Ada di Tangan Pemuda

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 24 Oktober 2020, 23:18 WIB
Untuk dapat membawa Indonesia ke arah yang lebih baik dan menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, para pemuda harus memiliki karakter...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya