Sabtu 23 November 2019, 19:37 WIB

Doohan Antusias Sambut MotoGp Mandalika 2021

Rahmatul Fajri | Olahraga
Doohan Antusias Sambut MotoGp Mandalika 2021

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Menparekraf Wishnutama (tengah) bersama Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo (kedua kiri), Legenda MotoGP Michael Doohan (kiri)

LEGENDA balap motor dunia Mick Doohan ikut antusias menyambut kembalinya MotoGP ke Indonesia pada 2021 mendatang. Pada balapan yang digelar di sirkuit jalan raya Mandalika, Nusa Tenggara Barat itu, Doohan mengatakan akan menjadi seri yang menarik.

Ia mengatakan dengan status Mandalika sebagai sirkuit jalan raya dan berlatar pantai dan bukit akan membuat gelaran MotoGP menjadi menarik.

"Saya senang MotoGP bisa kembali ke sini, di Lombok. Dulu di Jakarta (Sirkuit Sentul, Bogor). Ini akan jadi venue yang bagus, treknya juga bagus," ujar Doohan, ketika ditemui di acara Pre Launching Mandalika Grand Prix Association (MGPA) di SCBD, Jakarta, Sabtu (23/11).

Meski berlabel sirkuit jalan raya, Doohan mengatakan pada balapan nantinya masalah keselamatan akan menyesuaikan standar dari Dorna sebagai pemegang lisensi MotoGp.

"Kalau dibilang street sirkuit sejatinya tak seperti itu, ini seperti modern sirkuit. Di samping itu, Dorna dan FIM juga telah mengampanyekan soal balapan yang aman. Ini akan jadi venue yang bagus, treknya juga bagus," kata peraih lima kali juara itu.

Selain itu, dengan kembalinya seri MotoGP di Indonesia turut membuat mantan pebalap kelahiran Australia, 54 tahun silam itu bernostalgia.

Doohan pernah turun di kelas 500cc Grand Prix Motorcycle Racing itu digelar di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, pada tahun 1996 dan 1997.

Pada tahun 1996, Doohan sukses meraih podium teratas. Sementara pada 1999 Mick menempati posisi runner-up.

"Saya katakan pada kalian, itu adalah salah satu balapan terbaik yang saya ingat. Ingatan saya masih kuat. Saya sungguh menikmati balapan di sini," ujar Doohan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More