Sabtu 23 November 2019, 18:02 WIB

20 Saksi Diperiksa Terkait Tewasnya Mahasiswa Nomensen

Puji Santoso | Nusantara
20 Saksi Diperiksa Terkait Tewasnya Mahasiswa Nomensen

Ilustrasi
Ilustrasi

 

SEBANYAK 20 saksi telah dimintai keterangan oleh Polrestabes, Medan, Sumatra Utara (Sumut), terkait meninggalnya seorang mahasiswa dalam tawuran di Universitas HKBP Nomensen.

Menurut Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, keluarga korban meninggal yakni Roger Siahaan,21, mahasiswa Fakultas Pertanian, Nomensen sudah membuat laporan pengaduan dan polisi akan menindaklanjuti kasus tersebut.

Sehari sebelumnya yakni Jumat (22/11) sore sekira pukul 15.00 WIB, Siahaan, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen dalam tawuran melawan mahasiswa Fakultas Teknik, di kampus Jalan Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan.

Roger tewas setelah ditusuk di bagian hulu hati menggunakan besi runcing yang diduga dilakukan oknum mahasiswa sekampusnya. Sedangkan seorang lagi mahasiswa lainnya dari fakultas yang sama, bermarga Nainggolan, terluka kena bacok senjata tajam di bagian kepala.

Jenazah korban, Roger Siahaan, sempat diautopsi di RS Bhayangkara Medan akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya di Balige,
Kabupaten Toba Samosir, Sumut.

Menurut keterangan, tawuran dipicu perselisihan antara kedua kelompok sebelumnya. ''Tawuran ini berawal dari permainan futsal (Rabu,
20/11),'' ujar Kombes Pol Dadang, Sabtu (23/11).

Saat tawuran itu mahasiswa saling serang dan memegang benda tumpul.di sekitar kampus pun mencekam. Batu, helm, dan benda lainnya
berserakan di jalanan depan kampus. Aktivitas perkuliahan sempat

Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan Haposan Sialagan mengaku prihatin dan kecewa dengan kejadian ini. Dia berjanji akan menjatuhkan sanksi yang setimpal bagi siapa saja yang terlibat. "Untuk sanksi mahasiswa sudah pasti ada," ujarnya. (OL-11)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More