Sabtu 23 November 2019, 17:24 WIB

Tingkat Kepercayaan Terhadap Kabinet Capai 64%

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Tingkat Kepercayaan Terhadap Kabinet Capai 64%

MI/RAMDANI
Kabinet Indonesia Maju Jilid II

 

DIREKTUR Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra mengatakan bahwa saat ini masyarakat dinilai lebih percaya terhadap komposisi Kabinet Indonesia Maju.

"Publik percaya dengan komposisi kabinet sekarang sebesar ada sekira 64% menurut saya ini sangat tinggi sekali," kata Dedi dalam diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

Sementara, untuk tidak kepercayaan publik sekira 23% publik tidak yakin Indonesia Maju saat ini, dan 9% masih ragu-ragu. Dengan kondisi seperti ini adanya publik optimis diatas rata-rata sehingga Presiden Joko Widodo dinilai berhasil menyusun kabinet.

Selain itu, IPO juga menilai beberapa menteri dinilai paling populer di masyarakat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Pertahanan Prabowo dinilai paling sering dibicarakan oleh masyarakat.

"Sri Mulyani yang memiliki predikat orang yang paling populer dengan populeritas 39%. Kemudian disusul dengan Prabowo Subianto dengan 22%," ujar Dedi.

Untuk rentan angka 5-3% ada nama Mahfud MD, Retno Marsudi, Nadiem Makarim, kemudian Luhut Binsar Panjaitan merupakan nama-nama yang populeritas standar meski sudah dikenal publik lebih jauh.

Kepercayaan publik terhadap jabatan yang cocok menjabat menteri adalah Prabowo Subianto. Artinya Prabowo dinilai paling sesuai menduduki Menteri Pertahanan, disusul dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Untuk kursi ketiga Erick Thohir dinilai pas mengemban jabatan menteri BUMN.

"Meskipun Sri Mulyani paling populer di mata publik. Tetap saja publik menempatkan Sri Mulyani diurutan kedua. Hal ini berbalik mengingat Sri Mulyani merupakan menjabat Menteri di periode pertama Jokowi," ungkapnya.

Ada pula opini publik terhadap menteri yang dirasa tidak cocok menduduki kursi kementerian yang diemban.

Paling rendah kepercayaan publik terhadap kursi menteri adalah Tito Karnavian sebagai Mendagri dan paling bontot ialah Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

"Uniknya, Menteri Agama Fachrul Razi dinilai publik lebih baik dari Tito Karnavian dan Edhy Prabowo," cetusnya.

Sementara itu, masyarakat saat ini menilai bahwa isu radikalisme yang selama ini digembor-gemborkan bukan masalah utama. Masalah utama justru terkait masalah ekonomi.

"Publik memperhatikan saat ini isu ekonomi masih menjadi persoalan sebanyak 32%. Publik nilai isu ekonomi masih sangat penting. Selanjutnya radikalisme justru dibawah isu ekonomi. Publik menilai isu radikalisme bukan krusial," tutupnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More