Sabtu 23 November 2019, 16:33 WIB

Tahun Depan, STIA LAN Jakarta Bertransformasi Jadi Politeknik

Ahmad Fauzi | Humaniora
Tahun Depan, STIA LAN Jakarta Bertransformasi Jadi Politeknik

Istimewa
STIA LAN Jakarta mewisuda sebanyak 489 mahasiswa di Gedung Makarti Bhakti Nagari, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).

 

SEKOLAH Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN) Jakarta mewisuda sebanyak 489 mahasiswa di Gedung Makarti Bhakti Nagari lantai 2 Jalan Administrasi II Pejompongan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11). Wisuda kali ini, diikuti 308 wisudawan/wisudawati dari jenjang sarjana dan 181 magister.

Hingga saat ini, STIA LAN Jakarta telah mencetak 22 ribu lebih lulusan yang tersebar di berbagai instansi di Indonesia.

Pada acara wisuda kali ini bertema 'Aparatur Unggul Menuju Indonesia Berdaya Saing Tinggi' sesuai dengan visi Presiden Jokowi yang memandatkan reformasi birokrasi dengan ditopang sumber daya manusia (SDM) berkualitas. 

Presiden juga mengangkat pendidikan vokasi sebagai isu penting dalam pembangunan SDM ke depan.

Menjadi Politeknik STIA LAN

Mulai tahun 2020 mendatang, STIA  LAN Jakarta akan bertransformasi menjadi Politeknik STIA LAN Jakarta dan menerima mahasiswa dari    umum bukan hanya aparatur sipil negara (ASN). Upaya tersebut dilakukan untuk mempersiapkan SDM berkualitas yang akan masuk dalam dunia birokrasi.    

Tahun ini STIA LAN Jakarta juga dipercaya untuk menyelenggarakan program Doktor Terapan Administrasi Pembangunan Negara, dan menjadi yang pertama di Indonesia.    

Kepala LAN, Dr. Adi Suryanto,M.Si, mengamanatkan kepada STIA LAN Jakarta untuk terus menyiapkan SDM yang agile dan berdaya saing agar dapat menyelenggarakan pelayanan publik yang profesional.    

Sementara itu, dalam sambutannya,  Ketua STIA LAN Jakarta, Prof. Dr Nurliah Nurdin mengatakan, sejak pertama kali didirikan pada 24 Desember 1960 hingga saat ini, STIA LAN Jakarta telah menyelenggarakan 56 kali wisuda untuk program sarjana, 1 kali wisuda untuk program sarjana terapan, 17 kali wisuda untuk program magister, serta 2 kali wisuda untuk program magister terapan.

Nurliah melanjutkan, wisuda kali ini diikuti oleh 489 wisudawan yang berasal dari program magister dan sarjana STIA LAN Jakarta. Dengan wisuda ini total alumni STIA LAN Jakarta menjadi 23.012 yang berasal dari program sarjana dan magister.

"Perlu disampaikan juga bahwa pada wisuda kali ini range IPK untuk sarjana di antara 2,68 sampai dengan 3,8. Sedangkan magister range IPK berada pada posisi 2,9 hingga 3,8. Lulusan tercepat untuk sarjana dicapai dalam waktu 2,9 tahun sedangkan tercepat untuk magister
18 bulan," jelas Nurliah.

Nurliah menambahkan, untuk lulusan termuda sarjana berusia 24 tahun dan magister berusia 26 tahun.

Nurliah memberi selamat bagi lima orang wisudawan terbaik semoga prestasi ini tetap dipertahankan dalam kesempatan apapun, baik dalam perkuliahan jenjang berikutnya, diklat, ataupun prestasi fungsional saudara.

Kepada para wisudawan dan wisudawati, Nurliah meminta menjaga dan menjalin komunikasi dengan STIA LAN Jakarta untuk memberikan masukan dalam rangka perbaikan akademik.

Ia berharap materi dan strategi pembelajaran STIA LAN Jakarta selalu up-to-date dengan perkembangan dan tuntutan praktek administrasi dalam kerangka Sistem Administrasi Negara Republik Indonesia. 

"Komunikasi dengan para alumni lainnya juga sebaiknya dipelihara dan ditingkatkan sehingga terbentuk network yang baik," ucapnya.

Nurliah berpesan, jangan cepat puas dengan apa yang diraih saat ini karena masih ada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Jangan lupa tetap terus mengembangkan kompetensi melalui pendidikan, sesuai dengan motto STIA LAN Jakarta “educare
Magistra Vitae”
yang artinya 'pendidikan adalah guru kehidupan,” paparnya..

Nurliah berharap kepada wisudawan-wisudawati dapat menerapkan kompetensi manajerial yang telah dibangun selama di kampus pada permanent system dimana mereka bekerja.

"Sesuai dengan kata pepatah, ilmu bukan untuk ilmu itu sendiri. Namun ilmu untuk kemaslahatan umat," pungkas Nurliah. (OL-09()

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More