Sabtu 23 November 2019, 11:15 WIB

Palbociclib Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Stadium Lanjut

Siswantini Suryandari | Humaniora
Palbociclib Harapan Baru Bagi Pasien Kanker Stadium Lanjut

MI/Siswantini Suryandari
Chris Ariyan (kiri) & Roberto Uehara, Vice President Medical Affairs Emerging Markets Pfizer Oncology (kanan)

 

UNTUK pasien kanker payudara HR-positif dan HER2-negatif, ada pengobatan terkini untuk kanker payudara jenis tersebut. Industri farmasi Pfizer telah mengembangkan pengobatan terapi kanker untuk HR-positif dan HER2-negatif, bahkan yang sudah terjadi penyebaran (metastasis) atau stadium lanjut.

Palbociclib adalah obat untuk perawatan kanker payudara HR-positif dan HER2-negatif yang dikembangkan oleh Pfizer. Obat ini adalah penghambat CDK4/6, yang pertama kali disetujui sebagai terapi kanker oleh FDA.

Vice President Medical Affairs Emerging Markets Pfizer Oncology, Roberto Uehara, menjelaskan palbociclib adalah terapi bertaget untuk menghambat sel-sel kanker CDK 4/6 pada pasien kanker payudara HR+ dan HR2-negatif dan yang sudah menyebar.

"Ini bukan kemoterapi konvensional. Obat ini merupakan kombinasi dengan hormon tertentu. Obat ini bekerja untuk mengerem pertumbuhan sel yang terkena kanker maupun sel sehat," terang Uehara kepada wartawan, Jumat (22/11), di sela-sela acara ESMO Asia 2019 yang berlangsung di Singapura, 22-24 November 2019.

Baca juga: Beban Kanker di Asia Pasifik Meningkat

Palbociclib, lanjut Uehara, merupakan kombinasi terapi kanker dengan jenis terapi hormonal yang disebut aromatase inhibitor untuk mengobati kanker payudara stadium lanjut atau metastatik.

"Bahkan polbiciclib ini juga diperuntukan untuk terapi kanker, hormon-reseptor (HR) positif dan HER2-negatif yang belum pernah diobati dengan terapi hormonal sebelum pada wanita atau pria pascamenopause," ujarnya.

Selama ini kasus kanker HER2-negatif sangat sulit diobati dan belum banyak pengobatan kanker jenis itu. Maka dengan pengobatan kanker terbaru bisa memberikan harapan bagi para pasien.

Dia menjelaskan obat terapi ini berwujud kapsul yang bisa dikonsumsi oleh pasien kanker.

Berdasarkan aturan dosis pemakaian, pasien harus mengonsumsi selama 21 hari atau tiga minggu berturut-turut. Kemudian jeda selama 7 hari. Atau minggu terakhir.

"Jadi ini siklus 28 hari, pasien mengonsumsi selama 21 hari dan kemudian jeda selama seminggu. Terapi dilanjutkan lagi seterusnya dengan pola sama," tuturnya.

Kapan terapi dihentikan sangat tergantung dari perkembangan kanker di dalam tubuh. Hal ini berbeda dengan terapi kanker payudara lainnya yang menggunakan terapi tamoxifen yang mewajibkan pasien minum obat selama lima tahun.

Untuk memaksimalkan hasil, palbociclib ini dikonsumsi bersama makanan, atau saat pasien makan. Saat terapi, dosis obat tidak boleh dikurangi atau kapsul dipecah.

"Harus utuh kapsulnya," tegasnya.

Efek dari pengobatan ini adalah penipisan rambut. Hal ini berbeda dengan terapi kemo yang menyebabkan kerontokan rambut total

Terapi Palbociclib ini dikombinasikan dengan terapi hormon letrozole atau fulvestrant. Keduanya dapat menyebabkan kerontokan rambut tapi tidak separah kemoterapi

"Pasien tetap punya rambut walau tipis. Tapi ini tetap menumbuhkan rasa percaya diri," sambung Vice President Emerging Market Group Lead Oncology Pfizer Biopharmaceuticals Group, Chris Ariyan.

Bagi pasien kanker stadium lanjut atau stadium 4, obat ini memberikan harapan baru. Berdasarkan uji klinis, pasien kanker payudara stadium lanjut memiliki tingkat kelangsungan hidup selama lima tahun sekitar 26 persen.

Sebab selama ini belum ada obat kanker untuk stadium 4. Obat kanker terbaru ini telah disetujui oleh FDA (Asosiasi Federasi Obat) AS pada Februari 2019 untuk terapi kanker payudara HR positif, HER2 negatif, dan kanker sudah menyebar. Terapi ini dalam waktu dekat akan masuk ke Indonesia.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More