Sabtu 23 November 2019, 10:13 WIB

DPRD DKI Fraksi PDIP Sambangi Pemprov Jateng

Haryanto | Nusantara
DPRD DKI Fraksi PDIP Sambangi Pemprov Jateng

MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbagi pengalaman dengan DPRD DKI Fraksi PDIP

 

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta khususnya dari Fraksi PDI-P berkunjung ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Mereka mengaku ingin belajar soal pemerintahan, pemberantasan korupsi hingga perolehan investasi yang selama ini didapat Pemprov Jateng.

Rombongan dipimpin Ketua Fraksi PDIP P DKI Jakarta Gembong Warsono yang hadir bersama 24 anggota dan  diterima Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Jumat (22/11) petang.

Pemilihan Jateng, kata Gembong, meski memiliki karakter pemerintahan yang berbeda, banyak hal prinsipil yang diterapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bisa ditiru oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Soal pencegahan korupsi, efektivitas APBD, kepemimpinan, keterbukaan dan loyalitas bekerja. Ini hal fundamental yang bisa diterapkan di mana saja," kata Gembong.

Pertemuan berlangsung santai, bahkan mantan penyanyi cilik yang kini duduk di Komisi A DPRD DKI Jakarta Tina Toon berkali-kali dibuat tertawa terbahak-bahak karena jadi sasaran celetukan Ganjar. Mulai dari mendapat panggilan Tacik sampai mendapat ucapan selamat karena telah tersesat di jalan yang benar. Namun dari hal itu, Tina Toon mengaku memiliki penilaian tersendiri pada sosok Ganjar.

Baca juga: Erupsi Merapi, Ganjar Minta BPBD Siaga Penuh

Sebagaimana Tina Toon, Ima Mahdiah juga merasa sangat beruntung bisa belajar kepada Ganjar Pranowo tentang seharusnya sikap wakil rakyat sekaligus kader partai. Ima pun bersyukur bisa mengetahui cara Ganjar dalam menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota.

"Jawa Tengah dalam menetapkan UMK dengan menaikkan KHL, seperti contohnya disediakan pendidikan, transportasi dan perumahan. Itu benar-benar menyentuh ke masyarakat. Jakarta mestinya bisa menerapkan hal itu," ujar Ganjar.

Ganjar pun berpesan agar anggota legislatif bukan melihat dengan siapa belajar, namun harus terus bersemangat mengembangkan diri.

"Mereka studi banding ke sini berbagi ilmu. Untuk anggota dewan yang baru, semangat belajarnya tinggi, tadi setelah berbincang akhirnya mereka tahu oh ada ini oh ada itu, ternyata begini dan ternyata begitu," ungkapnya.

Menurut Ganjar. yang paling penting dalam perbincangannya dengan para kader banteng itu adalah soal integritas. Tidak peduli senior maupun anggota dewan yang baru, integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.(OL-5)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More