Jumat 22 November 2019, 23:11 WIB

Dorong Penggunaan Bus Listrik, TransJakarta ingin Tiru Oslo

Insi Nantika Jelita | Megapolitan
Dorong Penggunaan Bus Listrik, TransJakarta ingin Tiru Oslo

MI/rifaldi Putra irianto
Bus Listrik TransJakarta

 

KEPALA Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas TransJakarta Nadia Diposanjoyo mengungkapkan pihaknya akan mendorong Jakarta menjadi kota yang ramah lingkungan seperti di Oslo, Nowergia. Hal itu dilakukan dengan menekan polusi udara melalui penggunaan bus listrik.

"Jakarta sudah akan menuju kota yang mirip kota Oslo. Di mana memang kotanya sudah ramah lingkungan, zero emisi, trotoarnya lebar untuk berjalan kaki, dan kita sedang menuju seperti itu," kata Nadia di Jakarta, Jumat (22/11).

Dirinya mengungkit pengalaman saat hadir dalam lokakarya C40 Cities di Oslo, Norwegia, beberapa hari lalu. Menurutnya, Oslo merupakan cermin bagi ibu kota Jakarta. Dalam workshop tersebut, dirinya bertukar informasi bagaimana cara menerapkan sebuah kota yang zero emisi.

"Di sana segala infrastrukturnya itu sudah berbasis listrik. Dan memang sudah sangat terukur bahwa emisinya zero, bersih banget udaranya. Nah kita bertukar pikiran bagaimana sih sebuah kota itu bisa menerapkan kebijakan seperti itu," jelas Nadia.

Baca juga : Penumpang Naik, Transjakarta Berencana Tambah Rute

"Apa yang dilakukan di Oslo itu tak ada parkir di jalanan. Di sana, sampai kapal pun, sudah listrik. Kapal feri, itu sudah listrik. Lalu truk yang kirim paket-paket delivery sudah pakai listrik," tambahnya.

PT Transportasi Jakarta memastikan bus listrik buatan Eropa akan hadir menjadi bus yang digunakan untuk melayani warga DKI.

Kendati merek-merek Eropa yang sudah dicintai konsumen sangat dinantikan kehadirannya di Jakarta, ada syarat standar laik pakai operasional TransJakarta. Yakni, ketahanan baterai dalam menjalankan bus listriknya nanti

"Memang semua sistemnya dibuat zero emisi. Perbaikan di kota semuanya harus listrik. Kita akan menuju ke sebelah sana. Sudah mau disetarakanlah Jakarta itu," tandas Nadia. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More