Jumat 22 November 2019, 21:50 WIB

Membangun Bisnis dengan Konsep Handmadeshoesby & Delvationstore

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Membangun Bisnis dengan Konsep Handmadeshoesby & Delvationstore

Istimewa
Konsep Handmadeshoesby & Delvationstore sengaja diusung Tomliwafa bersama istrinya Delta Hesti Chandra Pratiwi .

 

KESUKSESAN adalah hak semua orang. Kuncinya adalah kesadaran dan kemauan untuk maju, serta keras.

Ada banyak bukti yang menunjukkan bawha orang dengan latar belakang tidak mampu pun bisa menjadi orang sukses. Salah satunya adalah Tomliwafa. Pepatah from zero to hero sepertinya layak dia sandang.

Kunci sukses Tomliwafa pun sebenarnya sederhana, keyakinan dan kerja keras. Hasilnya, dia sukses membangun kerajaan bisnis di bidang fashion garmen seperti tas, pakaian wanita, sepatu, jam tangan, dan aksesoris lainya dengan kapasitas produksi 6000-7000 pcs perhari. Semua itu berasal dari UMKM yang tersebar di sekitar Mojokerto, Tanggulangin, Bojonegoro, Nganjuk, dan Lamongan.

Baca juga: Komputasi Awan untuk Akselerasi Proses Bisnis

Konsep Handmadeshoesby & Delvationstore sengaja diusung Tomliwafa bersama istrinya Delta Hesti Chandra Pratiwi pada usaha yang mereka rintis di Surabaya, Jawa Timur itu. Kini mereka sudah punya karyawan sekitar 1.500 di berbagai sektor usaha.

"Lini bisnis yang saya bangun saat ini sudah merambah ke sektor lain yaitu kuliner, design interior dan unit bisnis lainnya dan ini membuka lapangan kerja dan menjadi penyerap tenaga kerja di kota Surabaya," ujar Tomliwafa saat media gethering bersama wartawan di gedung SMECO Jakarta Selatan, Jumat (22/11).

Menurutnya setiap usaha pasti akan mengalami kendala dan hal itu pun pernah dialami Tomliwafa ketika membangun bisnis.

"Dengan dasar keyakinan yang kuat yang dimulai dengan jualan clothing line band rock metal karena saya sendiri adalah vokalis di sebuah band rock. Bahkan saya merasakan dititik terendah saat merintis bisnis ini," kenangnya.

Namun perlahan-lahan orang mulai berbelanja dan menjadi reseller dari produk yang dia tawarkan.  Setelah itu mereka pun mulai membangun brand image dan  kepercayaan konsumen.

"Dalam merekrut karyawan, saya berpedoman pada Steve Jobs, yakni jika anda merekrut manager kelas A, manajer itu akan merekrut karyawan kelas A. Jika kelas B, akan merekrut kelas B. Begitu seterusnya," tutur Tomliwafa.
 
Kendati harus bersaing dengan kompetitor lainnya Tomliwafa memiliki prinsif kalau mereka bukan saingan yang harus di takuti malah menjadikan pemacu.  

"Kami selalu berusaha memberikan pelayan terbaik untuk para konsumen. Selain itu, kami juga berusaha lebih tahu tentang pasar," ujarnya. (RO/A-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More