Jumat 22 November 2019, 16:02 WIB

Disrupto 2019, The Future of Humanity Digelar

Fetry Wuryasti | Weekend
Disrupto 2019, The Future of Humanity Digelar

MI/Fetry Wuryasti
Daniel Surya dan Yenny Wahid

PERJALANAN disrupsi teknologi di negara manapun dikatakan oleh inovator sekaligus pengusaha Daniel Surya, dimulai dari berkembangnya e-commerce, masuk ke dunia perdagangan. Tahapan selanjutnya disrupsi merambah kepada teknologi pembayaran, logistik dan transportasi. Ini yang menjadi  titik fondasi perkembangan teknologi.

Pada saat kejadian itu, yang terjadi sebenarnya adalah pengumpulan data, identitas dan masuk ke tahapan lebih tinggi yaitu machine learning dan artificial intelligence beserta konten-konten yang berdiri di atas fondasi tersebut, seperti edu technology, insurance technology dan lainnya.

"Sampai akhirnya teknologi pintar ini menuju ke humanoid robotic, augmented reality dan bionic. Ini tentu tidak bisa dihindari. Ini yang menjadi topik dari Disrupto 2019, The Future of Humanity. Bagaimana teknologi membawa kepada Indonesia yang lebih baik," ujar Daniel Surya yang juga merupakan Executive Chairman WIR Group di Jakarta, Jumat (22/11).

Untuk itu menjadi penting siapa yang memiliki basis identitas fondasi yang utama terkait teknologi tersebut. Meski nantinya akan menjadi global, tapi disrupsi akan bertingkat tergantung dari siapa yang awalnya memelopori dan memegang basis kendali, untuk mengarahkan pemanfaatan teknologi.

Teknologi di masa depan manusia tidak lagi menjadi eksklusivitas sebab manusia merupakan pengemudi dari masa depan itu sendiri. Teknologi dibangun manusia untuk memenuhi kebutuhan manusia, jangan sampai justru manusia yang dikendalikan oleh teknologi.

Yenny Wahid yang turut membuka pameran dan diskusi teknologi terkini ini juga mengatakan disrupsi teknologi harus memiliki dampak positif ke manusia.

Baginya dengan masifnya perkembangan robotic yang mampu menggantikan tugas pekerjaan manusia, akan jauh lebih baik bila robot memiliki rasa empati, hal yang sampai saat ini masih hanya dimiliki manusia.

"Ayah saya, Gus Dur pernah berpesan singkat, namun mendalam dan penuh makna. Katanya, ada tiga substansi terkait hubungan antar-manusia. Intinya, wujudkan peradaban di mana manusia saling mencintai, saling mengerti, dan saling menghidupi. Hal tersebut bermakna: secanggih dan sehebat apa pun peradaban, tetap tidak boleh meninggalkan aspek kemanusiaan," tutur Yenny. (Try/M-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More