Jumat 22 November 2019, 13:39 WIB

Polisi Limpahkan Berkas Sopir Tabrak Pengguna Otopet ke Kejaksaan

Ferdian Ananda Majni | Megapolitan
Polisi Limpahkan Berkas Sopir Tabrak Pengguna Otopet ke Kejaksaan

MI/Pius Erlangga
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Yusuf (kiri)

 

DIREKTUR Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan pihaknya telah melimpahkan berkas perkara kecelakaan yang menewaskan dua orang pengguna otopet dengan tersangka berinisial DH ke kejaksaan.

"Prosesnya sudah berjalan, mudah-mudahan hari ini berkasnya dikirim ke Kejaksaan," kata Yusuf di Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat (22/11)

Dia menambahkan, penyidik Polda Metro Jaya telah merampungkan pemeriksaan sejumlah saksi terkait kecelakaan tersebut. Bahkan, tersangka DH telah mendekam di tahanan Polda Metro Jaya.

"Kemarin sudah selesai termasuk pemeriksaan saksi juga sudah selesai semua, tersangka juga sudah beberapa lama ditahan," ujarnya

Oleh karena itu, penyidik masih harus menunggu keputusan dari jaksa penuntut umum (JPU) terkait berkas perkara tahap pertama itu. Jika dinyatakan lengkap, penyidik akan melimpahkan berkas perkara kedua berupa barang bukti dan tersangka.

"Mudah-mudahan kalau kejaksaan nyatakan itu sudah lengkap ya minggu depan kita kirim juga untuk tersangka sama barang buktinya," pungkasnya.

Baca juga: Penabrak Skuter Listrik Ditahan

Sebelumnya diberitakan dua orang bernama Ammar, 18, dan Wisnu, 18, tewas akibat akibat tertabrak mobil jenis sedan jenis Toyota Camry di sekitaran FX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (9/11) dini hari, saat menggunakan skuter listrik Grabwheels.

Salah satu korban selamat dalam peristiwa itu, Fajar, mengatakan, mereka terdiri dari Ammar, Wisnu, Bagus, Fajar, Wanda dan Wulan menyewa tiga otopet listrik layanan Grabwheels pada Minggu (9/11) dini hari dari Pintu 3 Kawasan Gelora Bung Karno menuju arah FX Sudirman.

Fajar menyebut mobil jenis sedan tiba-tiba menabrak mereka, setelah Ammar dan Wisnu yang berboncengan bertukar otopet dengan Bagus dan Wanda karena daya listriknya akan habis.

"Bagus itu mental sampai kira-kira 15 meter. Waktu saya cek dia masih sadar. Ammar dan Wisnu tidak sadarkan diri. Sudah kejang-kejang, akhirnya kita bawa mereka ke rumah sakit," kata Fajar.

Nyawa Wisnu dan Ammar tidak tertolong saat menunggu izin keluarga untuk melakukan tindakan operasi.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More