Jumat 22 November 2019, 07:20 WIB

Dinas KUMKMP Dorong CFD Hadir di Semua Wilayah

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dinas KUMKMP Dorong CFD Hadir di Semua Wilayah

MI/Bary Fathahilah
Pedagang kaki lima (PKL) menggelar lapak dagangannya saat *Car Free Day *(CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/9).

 

KEBERADAAN PKL di lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) semakin meningkat. Sebelum dilakukan penataan jumlah PKL di HBKB, diketahui jumlah yang terdata sebanyak 2.543 pedagang.

Namun setelah dilakukan penataan dan pembatasan ruang berdagang PKL dengan sistem zona, jumlahnya justru meningkat menjadi 2.959 PKL.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (KUMKMP) DKI Jakarta Adi Ariantara tidak akan membatasi jumlah PKL yang berdagang di HBKB. Namun, ia menyebut dengan sendirinya jumlah PKL akan mencapai titik jenuh dan nantinya akan mencapai angka yang stabil.

"Karena tidak semua yang berdagang itu PKL murni. Ada juga kok yang mahasiswa sedang cari tambahan, juga ada orang mampu yang memang minatnya berjualan di HBKB. Selain itu kita juga ada PKT (Program Kewirausahaan Terpadu) yang buka bazar di situ," kata Adi dalam diskusi bertema Penataan HBKB Jalan Jenderal Sudirman-Thamrin di Balai Kota, Kamis (21/11).

Baca juga: Ditetapkan 13 Lokasi PKL di Sudirman-Thamrin

Meski tidak membatasi, peningkatan jumlah PKL di HBKB bukan berarti tidak bisa dicegah. PKL terpantik untuk berdatangan berjualan di HBKB karena waktu tersebut banyak warga yang berkumpul.

Oleh sebab itu, harus ada penguraian keramaian dengan membaginya ke wilayah-wilayah lain. Adi pun mendorong agar HBKB dilakukan di semua wilayah di DKI Jakarta dan tidak terfokus hanya di Sudirman-Thamrin serta Bundaran HI.

"Jika dimungkinkan, semua wilayah mengadakan HBKB, hasrat teman-teman berdagang tersalur bukan hanya di situ. Tujuannya kan hanya dagang. Dagang yang mana yang laku," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More