Rabu 20 November 2019, 22:05 WIB

Pendidik Berperan Edukasi Kecukupan Nutrisi Anak-anak

mediaindonesia.com | Humaniora
Pendidik Berperan Edukasi Kecukupan Nutrisi Anak-anak

Istimewa
Kampanye Edukasi Isi Piringku 4-6 Tahun kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD),.

 

KEBIASAAN pola makan dan hidup bersih sehat perlu dibiasakan sejak dini, terutama untuk mencegah berbagai tantangan kesehatan yang akan dimiliki anak di masa depan.

Dalam hal ini, peran orang tua dan tenaga pengajar di lembaga pendidikan sangat penting untuk memulai edukasi tentang pentingnya pemenuhan nutrisi,terutama di lingkungan belajar seperti sekolah.

Pada Rabu (20/11) di Jakarta, Danone Indonesia memperluas jangkauan program edukasi ‘Isi Piringku’ untuk anak 4-6 tahun kepada sejumlah guru pendidikan usia dini, pemerintah dan dinas tingkat daerah, hingga organisasi kemasyarakatan terkait intervensi pola asuh dan gizi seimbang pada masa kanak-kanak.

Saat ini, sekitar 17,7% balita di Indonesia masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, hingga 30,8% terindikasi stunting . Diluar itu, sekitar 55% balita mengalami kekurangan energi , dan lebih dari 80% anak usia 4-12 tahun kekurangan EPA+DHA .

Di Jakarta Utara sendiri, terdapat penurunan angka gizi buruk di 6 kecamatan dari 194 anak pada 2017 menjadi 34 anak pada 2018.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

Wailayati Ningsih, Health and Nutrition Sustainable Development Senior Manager Danone Indonesia menjelaskan,“Salah satu hal yang penting dilakukan untuk keunggulan bangsa adalah dengan memajukan kesehatan anak-anak usia dini.”

“Lembaga pendidikan memiliki peran besar dalam menentukan pembelajaran anak, termasuk edukasi mengenai gizi seimbang dan perilaku hidup bersih sehat,” ujar Wailayati.

“Di tengah-tengah perayaan Hari Kesehatan Nasional, kami melanjutkan edukasi pola asuh dan Isi Piringku 4-6 tahun di Jakarta Utara sebagai perwujudan misi kami untuk membawa kesehatan melalui makanan ke sebanyak mungkin masyarakat,” jelasnya.

Misi ini sejalan dengan salah satu edukasi berkelanjutan oleh Danone di Indonesia Kampanye Edukasi Isi Piringku 4-6 Tahun kepada guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ibu PKK, hingga orang tua terkait anjuran gizi seimbang, hidrasi sehat, cuci tangan pakai sabun (CTPS), anjuran aktivitas fisik, keamanan pangan, hingga pemantauan tumbuh kembang untuk anak usia 4-6 tahun.

Edukasi yang konsisten kepada anak-anak dalam institusi pendidikan dini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang dapat diteruskan hingga ia dewasa nanti.

Danone Indonesia mengadakan Sosialisasi Pola Asuh dan Isi Piringku 4-6 tahun kepada 120 guru PAUD dari 6 kecamatan di Jakarta Utara (Penjaringan, Pademangan, Tanjung Priok, Koja, Cilincing, dan Kelapa Gading), Dinas Pendidikan dan Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Daerah, dan TP PKK Daerah.

Wakil Walikota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, S.Ip, M.Si menyambut baik edukasi yang dilakukan oleh Danone Indonesia.

“Peningkatan kesehatan anak terutama balita memerlukan kerja sama berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, masyarakat, maupun sektor swasta,” kata Ali Maulana.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Danone Indonesia, karena dukungan dari sektor swasta dapat mendorong gerakan masyarakat untuk mendorong pengetahuan dan kemauan untuk mengikuti program pemerintah,”  paparnya.

“Periode emas tumbuh kembang anak-anak ada dalam rentang 1000 Hari Pertama Kehidupan. Namun, kebiasaan konsumsi gizi yang baik perlu dipertahankan bahkan saat anak sudah menginjak usia 4-6 tahun,” terang dr. Dian Kusumadewi, M.Gizi.

Endang, Perwakilan Guru PAUD dari Kelapa Gading yang mengikuti Pelatihan Isi Piringku 4-6 Tahun menuturkan, “Dalam menghadapi era globalisasi, banyak orang tua murid yang belum mengetahui panduan gizi seimbang.”

“Acara ini sangat baik karena guru PAUD semakin sadar dan mengerti pentingnya gizi seimbang serta mendorong kerjasama yang baik antara guru PAUD dan orang tua siswa untuk mendukung kesehatan anak,” jelas Endang. (OL-09)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More