Jumat 22 November 2019, 05:50 WIB

Pesan Damai di Pameran Lukisan Butet

(Gal/H-1) | Humaniora
Pesan Damai di Pameran Lukisan Butet

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
PAMERAN LUKISAN: Menko Polhukam Mahfud Md menandatangani lukisan saat membuka pameran lukisan Lanskap Luar Dalam karya Butet Kartaredjasa

 

SENI merupakan hal yang universal. Hal itu diakui Menko Polhukam Mahfud MD. Meski mengatakan tak memiliki ilmu di bidang seni rupa, Mahfud merasakan selalu suka menikmati karya-karya lukisan. Baginya, lukisan selalu memiliki pesan yang menyegarkan hati dan juga pikiran.

Hal tersebut ia katakan saat membuka pameran lukisan Butet Kartaredjasa dan Widiyatno bertajuk Lanskap Luar Dalam di Galeri Seni Kunstring Paleis, Menteng, Jakarta, kemarin. Mahfud pun lantas memberikan ucapan selamat kepada Butet yang kala itu tengah merayakan ulang tahun ke-58. Ia juga berharap Butet selalu diberi kesehatan dan kesuksesan agar dapat melahirkan karya yang menyegarkan hati dan pikiran rakyat Indonesia.

Menurut Mahfud, Butet ialah salah satu sosok yang cocok untuk menjalankan upaya tersebut lantaran memiliki talenta yang luar biasa, baik di dunia komedi maupun seni rupa. Berbekal pengetahuannya, Butet dapat membuat lukisan yang luar biasa layaknya lagu yang selalu mengandung misteri.

"Saya kemarin waktu meninggalnya Mas Djaduk (adik Butet) juga sempat mengutip syairnya Kahlil Gibran yang kemudian juga dinyanyikan menjadi lagu yang sangat terkenal. Judulnya Berikan Aku Seruling, berikan saya seruling dan mari kita bernyanyi bersama-sama. Ini meskipun bahasa Arab, tetapi penulisnya orang Kristen. Di dalam setiap lagu itu selalu ada cerita tentang kehidupan. Lagu apa pun, pesannya abadi, seperti lukisan," tutur Mahfud.

Sebelum meninggalkan lokasi pameran, Mahfud juga mengingatkan bahwa dewasa ini masyarakat Indonesia sedang membutuhkan berbagai hiburan termasuk lukisan. Dalam suatu bangsa, masyarakat kadang kala memang bisa stres dengan kondisi sekitarnya dan oleh karena itulah mereka butuh dihibur.

Menyoal hiburan, Mahfud mengaku pernah punya pengalaman bermain ketoprak bersama Butet. "Waktu itu saya memainkan Kartolo Mbalelo. Kalau bukan Mas Butet yang ajak, saya mungkin tidak mau. Sekali lagi selamat, Mas Butet," tutur Mahfud.

Pameran tersebut berlangsung hingga 21 Desember mendatang dan terbuka untuk umum. Mahfud berharap masyarakat mengunjungi pameran itu agar dapat menyaksikan karya Butet dan Widiyatno.(Gal/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More