Jumat 22 November 2019, 05:40 WIB

Ada Hasil Riset KLHK di Teras Inovasi

(DD/H-1) | Humaniora
Ada Hasil Riset KLHK di Teras Inovasi

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.
Kepala Balitbang KLHK Agus Justianto

 

SAAT ini ada 250 inovasi dari hasil riset para peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut) melalui Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang sudah diterbitkan. Dari 250 inovasi itu, sekitar 25% atau sekitar 60 inovasi sudah dipatenkan dan sebagiannya sudah dikomersialkan.

Untuk mendukung hal tersebut, Puslitbanghut KLHK, kemarin, meluncurkan Teras Inovasi di Jalan Gunung Batu No 5, Kota Bogor, Jawa Barat, dan bisa dikunjungi masyarakat serta terbuka untuk umum.

Beberapa hasil riset inovasi yang ditampilkan antara lain telur ulat sutra alam, inokulan gaharu budi daya, anakan rusa timor, KTP pohon (kartu identitas pohon) dalam bentuk QR code, benih unggul tanaman hutan hasil teknologi KoffCo, dan obat penyakit puru pada tanaman sengon.

Kepala Balitbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto mengatakan Teras Inovasi ialah suatu inovasi kelembagaan yang akan menjadi panggung promosi dan diseminasi hasil- hasil litbang dan inovasi yang dikemas dalam acara yang santai, menarik, dan padat substansi.

"Ini merupakan upaya kita untuk melakukan promosi terhadap hasil- hasil inovasi. Dengan membentuk Teras Inovasi, ada media untuk ngobrol bareng, berdiskusi, sharing pengalaman, best practice dari kegiatan inovasi yang sudah dilakukan sehingga diseminasi informasi bisa lebih meningkat," ujar Agus saat membuka secara resmi Teras Inovasi.

Agus menjelaskan kenapa inovasi selama ini sering dikatakan gagal. Hal itu, menurutnya, karena sejauh ini inovasi hanya dianggap sebagai kegiatan atau produk.

"Kalau saya mengharapkan inovasi ini menjadi budaya. Oleh karena itu, melalui Teras Inovasi, kita sedang membangun budaya untuk inovasi sehingga ada keterlibatan semua pihak, terutama dalam hal ini generasi muda," pungkasnya.

Peluncuran Teras Inovasi dihadiri ratusan pelajar tingkat SMP. Acara dikemas secara santai di taman atau halaman. Pemaparan materi diberikan oleh peneliti langsung, pelaku usaha, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya seperti petani.

"Siapa saja bisa berinteraksi langsung," pungkasnya.

Pada hari pertama peluncuran Teras Inovasi dibahas tentang persutraan dengan mengusung tema Experiencing persutraan alam Indonesia. Inovasi itu menjadi jawaban atas tantangan utama dalam usaha hulu persutraan alam di Indonesia, yakni rendahnya produksi kokon per satuan luas (25 kg per 1 boks telur). (DD/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More