Kamis 21 November 2019, 22:25 WIB

Setelah Sukses di Bandung, Bobobox Ekspansi ke Jakarta

Anton Kustedja | Ekonomi
Setelah Sukses di Bandung, Bobobox Ekspansi ke Jakarta

Ist
CEO Bobobox, Indra Gunawan, dan Presiden Bobobox, Antonius Bong, saat mempresentasikan dua cabang baru di Jakarta, Kamis (21/11).

 

PERUSAHAAN rintisan (startup) akomodasi berbasis teknologi, Bobobox, meluncurkan dua hotel terbarunya di Kebayoran Baru dan Pancoran, Jakarta Selatan. Dengan dibukanya dua cabang Jakarta ini, Bobobox memiliki total 326 pod atau kamar yang bisa mengakomodasi hingga hampir 10 ribu penginap setiap bulannya.

Didirikan pada 2017, Bobobox memiliki visi memberikan pilihan tidur berkualitas terbaik bagi setiap orang, terutama wisatawan, dengan harga terjangkau.

Dengan visi ini, Bobobox menyediakan fasilitas tidur on-demand berbentuk penginapan kapsul modular yang terintegrasi dengan aplikasi dan memberikan standardized and customized experience bagi setiap penggunanya, mulai dari jenis kasur, warna lampu, hingga fitur pada aplikasi yang terintegrasi dengan sistem internet.

"Lokasi yang prime, pengalaman terstandarisasi, dan harga yang terjangkau adalah tiga hal yang diinginkan setiap traveler, tetapi hampir mustahil ditemukan dalam satu akomodasi. Bobobox berhasil membawa ketiganya," ujar Indra Gunawan, CEO Bobobox.

Bobobox memulai bisnis di Bandung, dan kini telah memiliki tiga cabang di Pasir Kaliki, Dago, dan Cipaganti. Kini, Bobobox memulai ekspansi nasionalnya dengan membuka dua cabang di Jakarta Selatan.

"Kami memulai di Bandung dengan alasan kedekatan kami dengan Kota Bandung. Kami berasal dari Bandung, dan yakin pesona Bandung dapat terus menarik wisatawan untuk datang dan menikmati kota tersebut," ujar Indra.

"Di Bandung, kami memiliki 130 pod di tiga cabang, yang sejak awal berhasil menghasilkan tingkat hunian sebesar 90% secara berkelanjutan. Tak hanya mengenai pod, kami juga terus mempromosikan Bandung sebagai tujuan wisata dengan berbagai atraksi," sambungnya.


Baca juga: Tiga Menteri Jokowi Dapat Penghargaan RCA 2019


Seperti di Bandung, kata Indra, pihaknya ingin memfasilitasi pelancong milenial dan bisnis yang membutuhkan akomodasi nyaman, menarik, terstandarisasi, namun tetap terjangkau di Jakarta.

"Secara bisnis, pasar di Jakarta jauh lebih besar daripada Bandung dan tingkat mobilitas mereka pun juga sangat tinggi. Ini menjadikan Jakarta pilihan yang tepat bagi ekspansi pertama kami," jelas Antonius Bong, Presiden Bobobox.

Tak hanya di Bandung dan Jakarta, Bobobox siap untuk melanjutkan ekspansinya di Tanah Air. Dengan jumlah total 326 pod di Jakarta dan Bandung, Bobobox siap melebarkan sayap bisnis ke beberapa kota besar lainnya, seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, pada 2020.

"Pasar pariwisata di Indonesia dan Asia Tenggara terus berkembang pesat. Dari data World Travel and Tourism Council (WTTC) Indonesia masuk ke jajaran negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat, berada di posisi 9 di dunia, 3 di Asia, dan nomor 1 di Asia Tenggara,
mengalahkan Thailand, Filipina, dan Singapura. Pemerintah juga menargetkan kontribusi pariwisata menjadi 8% dari sebelumnya 4% dari total pemasukan domestik bruto. Untuk menjawab target tersebut, Indonesia punya pekerjaan rumah besar untuk membenahi infrastruktur pendukung, termasuk di bidang akomodasi yang kini tengah diselami Bobobox," ujar Antonius.

Pihaknya pun percaya bahwa untuk memfasilitasi pasar yang besar ini, Bobobox tidak mungkin tumbuh sendirian.

"Karena itu kami selalu mencari rekan untuk berkolaborasi. Kami membuka kesempatan bermitra bersama pebisnis atau pengusaha lain, baik individual maupun korporasi, untuk bergabung dan membangun pariwisata Indonesia bersama Bobobox, baik itu melalui program promosi maupun waralaba pembangunan outlet baru," pungkasnya. (RO/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More