Jumat 22 November 2019, 05:00 WIB

Pasar Modal Syariah Diprediksi Tumbuh 40%

(Hld/E-3) | Ekonomi
Pasar Modal Syariah Diprediksi Tumbuh 40%

ist
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen

 

Pasar modal syariah Indonesia terus berkembang dan diprediksi tumbuh hingga 40% hingga akhir 2019 ini. Kendati demikian, peningkatan jumlah investor syariah masih menjadi tantangan saat ini.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen menyebutkan reksadana syariah akan tumbuh 40% yang diikuti juga dengan peningkatan jumlah investor dan trading.

"Jadi, dari reksadananya tumbuh 40%. Terus dari sisi jumlah investor juga naik, dan mudah-mudahan trading-nya juga naik. Saya lupa angkanya berapa. Mungkin tahun depan akan sama dengan tahun ini pertumbuhannya," ungkap Hoesen di sela-sela acara Sharia Investment Week (SIW) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan nilai transaksi saham syariah selalu mendominasi pasar. Tercatat transaksi pasar syariah per hari rata-rata mencapai Rp5,12 triliun dari sekitar Rp9 triliun transaksi saham di BEI. Tak hanya itu, dari frekuensi transaksi tercatat 68% transaksi bersumber dari saham syariah.

"Pertumbuhannya luar biasa, dari sisi jumlah saham syariah kami mencatat pertumbuhannya melampaui jumlah saham konvensional. Dari 659 saham yang tercatat di BEI, 413 di antaranya dinyatakan oleh OJK dan DSN MUI sebagai saham syariah," ungkap Hasan.

Meski begitu, Hasan menyebutkan bahwa peningkatan jumlah investor syariah masih menjadi tantangan saat ini. Upaya terbesar ialah meningkatkan pemahaman perihal pasar modal syariah.

Pasalnya, menurut OJK, investor pasar modal syariah masih minim. Di Indonesia bahkan belum mencapai 0,5% dari seluruh populasi Indonesia.

Data OJK mencatat, sebetulnya sudah ada 62.840 investor saham syariah. (Hld/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More