Jumat 22 November 2019, 02:40 WIB

Tiongkok Keluarkan Peringatan Keras ke AS

Melalusa Susthira K | Internasional
Tiongkok Keluarkan Peringatan Keras ke AS

wikipedia
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang

 

KONGRES Amerika Serikat meloloskan RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong yang membuat Tiongkok berang dan menambah ketegangan dengan AS. Pemerintah Tiongkok memperingatkan bahwa pihaknya siap mengambil langkah-langkah tegas menentang AS yang dianggap memberi mendukung terhadap para demonstran pro-demokrasi di Hong Kong.

“Kami mengutuk keras dan dengan tegas menentang pengesahan RUU terkait Hong Kong,” terang Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang pada jumpa pers, Kamis (21/11).

Hal tersebut juga ditegaskan oleh media yang dikelola pemerintah Tiongkok, yang memperingatkan bahwa Beijing tak gentar sekalipun RUU tersebut nantinya disahkan menjadi undang-undang.  Dalam tulisan editorial Global Times berjudul “Call it ‘Support HK Violence Act’” disebutkan, UU itu tidak akan mencegah campur tangan Beijing secara paksa untuk menghentikan kekacauan yang melanda Hong Kong.

“Beberapa orang mungkin berharap ini untuk menghalangi Beijing. Pemikiran seperti itu naif,” tulis Global Times, Rabu (20/11).

“Jika kita menganggap UU AS ini dengan serius dan tidak mau menangani kerusuhan, maka Hong Kong akan menderita karena keruntuhan yang dipercepat oleh aturan hukum dan terhapus dari dunia modern,” sambung tulisan tersebut.

Sebelumnya, DPR Amerika Serikat menyetujui dua rancangan undang-undang versi Senat AS yang mendukung hak asasi manusia dan demokrasi di Hong Kong, Rabu (20/11). RUU itu segera melenggang ke Gedung Putih untuk ditandatangani atau diveto oleh Presiden AS Donald Trump.

Trump disebut-sebut akan mendukung dan menandatangani RUU HAM dan Demokrasi Hong Kong itu menjadi undang-undang.

RUU tersebut juga mengamanatkan pemberian sanksi bagi para pejabat pemerintah Tiongkok dan Hong Kong yang melakukan pelanggaran HAM yang dijamin berdasarkan Undang-Undang Dasar Hong Kong.

“Kongres mengirimkan pesan yang terang kepada dunia bahwa Amerika Serikat berdiri dalam solidaritas dengan orang-orang Hong Kong yang mencintai kebebasan, dan bahwa kami sepenuhnya mendukung perjuangan mereka untuk kebebasan,” terang Ketua DPR AS Nancy Pelos, Rabu (20/11).


Berjuang untuk bertahan

Sementara kongres AS memberikan dukungan demokrasi bagi warga Hong Kong, demonstran garis keras Hong Kong masih berjuang untuk bertahan di sebuah universitas yang dikepung selama berhari-hari oleh polisi.

Para demonstran garis keras bertahan dengan memasak perbekalan mereka yang kian menipis di kantin Universitas Politeknik Hong Kong (PolyU). Namun, kehadiran aparat kepolisian tampak berkurang di kampus tersebut.

Sebelumnya, bentrokan keras antara polisi dan demonstran yang dipersenjatai busur, panah, dan bom molotov mengakibatkan kedua belah pihak terluka dan menyebabkan ratusan penghuni kampus PolyU mengungsi. Sementara itu, sebagian besar lainnya ditangkap polisi atau melarikan diri dari kondisi yang kian mencekam.

Demonstrasi yang mengguncang Hong Kong selama enam bulan tersebut, dipicu RUU ekstradisi ke Tiongkok daratan yang telah ditangguhkan. Protes berkembang meluas menjadi seruan untuk pemilihan umum yang bebas, akuntabilitas polisi, dan pengurangan intervensi Tiongkok. (AFP/SCMP/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More